Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bus Perintis DAMRI Perluas Layanan, Rute Sampit–Telaga Antang Segera Beroperasi

Usay Nor Rahmad • Senin, 19 Januari 2026 | 13:30 WIB

Bus Damri yang biasa meyalani rute Sampit-Ujung Pandaran. (Dok. Radar Sampit)

 

Bus Damri yang biasa meyalani rute Sampit-Ujung Pandaran. (Dok. Radar Sampit)
Bus Damri yang biasa meyalani rute Sampit-Ujung Pandaran. (Dok. Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Layanan bus perintis DAMRI di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali diperluas. Kali ini, trayek Sampit–Parenggean resmi diperpanjang hingga Telaga Antang, sebagai upaya meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah utara.

Kepala UPTD Terminal Patih Rumbih Sampit Joni, mengatakan penambahan rute tersebut merupakan bagian dari perpanjangan kontrak layanan bus perintis DAMRI. Sebelumnya, trayek hanya melayani rute Sampit–Parenggean, namun kini diperluas hingga Telaga Antang.

“Kontrak pertama hanya Sampit–Parenggean, kemudian diperpanjang sampai Telaga Antang. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat wilayah utara,” kata Joni, Senin (19/1/2026).

Meski dalam kontrak operasional dijadwalkan mulai tanggal 8 Januari 2026 , hingga saat ini armada DAMRI belum sepenuhnya beroperasi. Hal itu disebabkan bus yang akan digunakan merupakan armada baru kiriman dari Cilacap yang masih mengalami sejumlah kendala teknis.

“Bus ini bus baru, jadi masih ada beberapa kendala. Sampai sekarang belum beroperasi, mudah-mudahan besok sudah bisa mulai kalau tidak ada trouble,” jelasnya.

Untuk sementara, armada yang disiapkan pada rute tersebut masih terbatas. Namun, pihak DAMRI berencana menyiapkan dua unit bus untuk masing-masing trayek yang beroperasi.

Joni menilai antusiasme masyarakat terhadap layanan bus perintis cukup tinggi, terutama karena tarifnya lebih murah dibandingkan angkutan komersial. Pada rute Sampit–Parenggean hingga Telaga Antang, tarif kini ditetapkan sebesar Rp40 ribu. Sementara itu, tarif Sampit–Samuda naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu, dan Sampit–Ujung Pandaran dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu.

“Bus perintis ini bukan komersial, jadi sangat meringankan masyarakat. Antusiasnya cukup besar,” ujarnya.

Bus DAMRI memiliki kapasitas 29 kursi dengan tingkat keterisian rata-rata mencapai 20 hingga 25 penumpang. Berdasarkan pengalaman trayek sebelumnya, minat penumpang menuju Parenggean tergolong tinggi, sehingga diprediksi rute hingga Telaga Antang juga akan diminati.

Untuk jam operasional, bus trayek Sampit–Samuda–Ujung Pandaran berangkat dari Sampit pukul 09.00 WIB, sedangkan dari Samuda menuju Sampit pukul 12.00 WIB. Sementara itu, trayek ke wilayah utara, termasuk rute baru Sampit–Telaga Antang, direncanakan berangkat dari Sampit pukul 10.00 WIB.

Di wilayah Parenggean, titik singgah sementara berada di Desa Bajarau. Adapun lokasi pemberhentian di Telaga Antang masih menunggu kepastian, meski pihak DAMRI telah melakukan survei ke kantor desa dan kecamatan setempat.

“Kami di UPTD hanya melakukan pengawasan. Untuk informasi teknis operasional bisa langsung ke Dinas Perhubungan, khususnya bidang DLLAJ,” pungkas Joni. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#bus damri #Terminal Patih Rumbih #telaga antang #sampit #bus perintis