Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan Baru Diperbaiki Kini Viral, Jalan Pelita Desa Tinduk Ramai Dikunjungi Setiap Sore

Usay Nor Rahmad • Jumat, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB
Jalan Pelita di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Jalan Pelita di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.


SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Jalan Pelita di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini tak hanya menjadi akses vital pertanian dan perkebunan, tetapi juga menjelma sebagai destinasi wisata dadakan bagi warga. Sejak selesai diperbaiki dan diaspal mulus, ruas jalan tersebut ramai dikunjungi masyarakat setiap sore.

Hamparan aspal hitam yang membelah persawahan menciptakan pemandangan asri yang memikat.

Sawah hijau di sisi kiri dan kanan jalan menjadi latar favorit warga untuk berfoto, membuat video, hingga sekadar berkumpul menikmati suasana senja.

“Setiap sore ramai dikunjungi. Banyak yang singgah hanya untuk foto-foto atau nongkrong sebentar,” ungkap M Juanidi, salah seorang warga Desa Tinduk.

Perubahan wajah Jalan Pelita ini merupakan hasil dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang didanai melalui APBN. Program pemerintah pusat tersebut membawa dampak nyata bagi masyarakat Desa Tinduk, khususnya dalam memperlancar akses angkut hasil pertanian dan perkebunan menuju Kota Sampit.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Tinduk Zikrillah, menyampaikan bahwa peningkatan infrastruktur jalan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat desa. Selain mendukung aktivitas ekonomi, keberadaan jalan yang baik juga memberikan ruang sosial baru bagi warga.

“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Jalan ini sangat membantu masyarakat menuju kebun maupun ke Kota Sampit. Sekarang mobilitas jauh lebih mudah, dan dampaknya juga terasa dalam aktivitas warga sehari-hari,” kata Zikrillah, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, Desa Tinduk merupakan wilayah dengan potensi pertanian dan perkebunan yang cukup besar, mulai dari kelompok tani padi, kebun sawit rakyat, kebun buah, hingga rotan. Jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil panen.

Sebelum ditingkatkan melalui program IJD, kondisi Jalan Pelita kerap memprihatinkan. Pada 2024, jalan tersebut sempat mendapat pemeliharaan dari pemerintah kabupaten serta penimbunan melalui swadaya masyarakat dan dana desa. Namun, kerusakan kembali muncul terutama saat musim hujan.

“Kini jalannya sudah diaspal mulus sampai ke Muara Jalan Tjilik Riwut meskipun belum sampai perkampungan. Harapan kami ke depan, sisa sekitar dua kilometer menuju permukiman bisa dituntaskan,” ujar Zikrillah.

Jalan Pelita Desa Tinduk juga terhubung langsung dengan Jalan Tengku Gembo, Kecamatan Kota Besi, yang sama-sama mendapatkan program Inpres Jalan Daerah. Konektivitas ini semakin memperkuat akses antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Seiring meningkatnya aktivitas warga yang bersantai di lokasi tersebut, pemerintah desa mengimbau agar keselamatan tetap diutamakan, terutama pada sore hari saat arus kendaraan masih berlangsung.

“Kami mengingatkan warga agar tidak berada di tengah jalan dan tetap waspada. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Kota Besi dan Bhabinkamtibmas. Setiap sore ada patroli untuk pengamanan,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyebutkan bahwa dua ruas jalan di Kotim berhasil memperoleh program IJD dari Kementerian Pekerjaan Umum, yakni Jalan Tengku Gembo di Kota Besi dan Jalan Pelita di Desa Tinduk.

Pelaksanaan peningkatan jalan tersebut dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah. Jalan Tengku Gembo memiliki nilai kontrak Rp14,32 miliar dengan panjang 3,127 kilometer, sementara Jalan Pelita Desa Tinduk mendapatkan pagu Rp15,08 miliar untuk peningkatan sepanjang 3,22 kilometer.

Program IJD bertujuan meningkatkan konektivitas jalan daerah yang memiliki nilai strategis, terhubung dengan jalan nasional, serta mendukung akses pendidikan dan ketahanan pangan daerah.

“Dulu kondisinya rusak berat dan sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Kini, berkat program IJD, dua ruas jalan ini kembali layak dilalui dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Mentana. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#pelita #Jalan Pelita #sampit #kotim #Jalan Viral #jalan