Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Kembali Terjadi di Kotim, Lahan 6 Hektare Hangus di Ujung Pandaran

Usay Nor Rahmad • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:45 WIB
Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Rabu (15/1/2026). (BPBD Kotim )
Kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Rabu (15/1/2026). (BPBD Kotim )

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, lahan kosong seluas sekitar 6 hektare dilaporkan terbakar di wilayah Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Rabu (15/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menerima laporan kebakaran pada pukul 12.25 WIB dari relawan Dompet Peduli, Iky Delon.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 15.07 WIB.

Lokasi kebakaran berada di Jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4, sekitar 2 kilometer dari Jalan Provinsi Ujung Pandaran–Sampit, dengan titik koordinat -3.16566S, 112.97593E.

Api diketahui berasal dari area Prada dan dengan cepat menyebar akibat angin yang cukup kencang saat kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, dalam laporan tertulis menyebutkan bahwa kebakaran dipastikan dipicu oleh aktivitas masyarakat. Kondisi vegetasi berupa lahan gambut dan mineral membuat api mudah menjalar dan menghasilkan asap tebal.

“Angin bertiup cukup kencang sehingga api cepat meluas. Selain itu, kondisi lahan turut memengaruhi cepatnya penyebaran api,” jelasnya.

Upaya pemadaman dilakukan hingga pukul 17.00 WIB dengan melibatkan 16 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim, Kapolsek Jaya Karya, Babinsa Koramil 1015/01 MHS, Kepala Desa Ujung Pandaran, PT Siemon Agri, Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Sampit, serta KPHP Menteng Selir.

Namun, proses pemadaman di beberapa titik mengalami kendala karena terbatasnya akses darat serta minimnya sumber air, mengingat kondisi kemarau dan lokasi berada di kawasan Sungai Tinggiran. Akibatnya, masih terdapat titik api yang tidak dapat dijangkau secara langsung.

“Sebagian lokasi tidak bisa dipadamkan karena tidak tersedia akses darat dan sumber air sangat terbatas,” ungkap Multazam.

Meski demikian, secara umum kondisi kebakaran dapat dikendalikan dan tidak dilaporkan adanya kebutuhan mendesak dalam penanganan lanjutan.

BPBD Kotim mengimbau pemerintah desa agar menyiapkan peralatan pemadam kebakaran, serta meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya saat membakar sampah.

Petani dan pelaku perkebunan juga diingatkan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat wilayah Kotim telah memasuki musim kemarau. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Ujung Pandaran #kebakaran lahan