Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beruang Madu Kembali Muncul, BKSDA Pasang Perangkap di Baamang Barat

Usay Nor Rahmad • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:35 WIB
Petugas memasang perangkap di Jalan Bumi Raya I lokasi kemunculan beruang madu.
Petugas memasang perangkap di Jalan Bumi Raya I lokasi kemunculan beruang madu.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Beruang madu yang berkeliaran di sekitar Kelurahan Baamang Barat tepatnya di Jalan Bumi Raya, kembali terlihat oleh warga.

Menanggapi itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit bergerak cepat dengan

Perangkap dipasang di sekitar Perumahan Mahardika 2, Jalan Bumi Raya I, Rabu sore (14/1/2026).

Langkah ini diambil guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Ini juga merupakan bagian dari mitigasi konflik satwa liar dengan manusia.Apalgi beruang yang berkali-kali terlihat masuk permukiman warga.

Kepala Pos BKSDA Sampit Muriansyah, mengatakan pemasangan perangkap dilakukan oleh petugas BKSDA Pos Sampit bersama Manggala Agni Sampit. Perangkap tersebut diberi umpan durian dan nanas.

“Ini tindak lanjut dari laporan warga terkait kemunculan beruang madu di Jalan Bumi Raya I. Kami pasang satu unit perangkap untuk mencegah potensi konflik,” ujar Muriansyah.

Sebelumnya BKSDA telah melakukan observasi, dan meminta warga melaporkan apabila beruang kembali menampakan diri. Sehingga pemasangan perangkap harus segera dilakukan.

“Informasi dari warga, beruang masih terlihat di sekitar perumahan pada malam hari,” katanya.

Sebelumnya, warga Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, mengeluhkan kemunculan beruang madu yang beberapa kali memasuki kawasan permukiman.

Satwa liar berukuran besar itu kerap terlihat di sekitar pintu masuk Perumahan Az-Zahra dan Perumahan Mahardika, sehingga memicu kekhawatiran warga, terutama saat malam hari.

Dalam observasi lapangan, petugas BKSDA menemukan tiga jalur yang diduga menjadi lintasan beruang madu. Jalur tersebut berada di akses masuk dua kompleks perumahan yang berdekatan dengan kawasan vegetasi.

BKSDA mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari aktivitas sendirian pada malam hari.

Warga juga diminta segera melapor jika kembali melihat keberadaan beruang madu di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami minta warga tidak mendekati atau mencoba mengusir beruang secara mandiri,” tegas Muriansyah.

Sementara terkait perangkap yang dipasang pihak BKSDA meminta warga sekitar turut mengawasi dan melaporkan apabila beruang masuk perangkap.

Namun pihak BKSDA memperingatkan warga agar tak mendekati perangkap sebelum petugas datang.

Sekadar untuk diketahui beruang madu menjadi salah satu satwa liar yang kerap dilaporkan keberadaannya mendekati permukiman warga selain orangutan.

Pihak BKSDA juga telah memberikan penjelasan kepada warga terkait tabiat dari satwa dilindungi ini, agar warga berhati-hati. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beruang madu #perangkap beruang #Baamang Barat