SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperketat pengamanan lomba-lomba perairan dalam Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan air, sekaligus meningkatkan kewaspadaan menyusul kemunculan buaya di Sungai Mentaya saat lomba dayung pada Senin (12/1/2025).
FBHH menjadi ajang pelestarian budaya Kalimantan Tengah yang menghadirkan berbagai perlombaan seni, olahraga, hingga permainan tradisional.
Sejumlah kompetisi digelar di Sungai Mentaya, di antaranya lomba Besei Kambe atau dayung hantu yang berlangsung pada Selasa (13/1/2026), serta lomba dayung tradisional yang dilaksanakan sehari sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan pihaknya menurunkan personel khusus untuk melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung di perairan.
Pengawasan diperketat mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang memadati bantaran Sungai Mentaya.
“Setiap kegiatan di sungai kami menerjunkan lima personel dengan satu unit speedboat BPBD yang siaga di sekitar lokasi. Tugas utama mereka melakukan pengamanan, pengawasan, dan pencegahan risiko kecelakaan air,” kata Multazam.
Ia menjelaskan, kewaspadaan ditingkatkan setelah sebelumnya seekor buaya sempat terlihat muncul di perairan Sungai Mentaya saat lomba dayung pada Senin (12/1/2025).
Meski tidak menimbulkan korban, kejadian tersebut menjadi perhatian serius panitia dan tim pengamanan.
“Adanya kemunculan buaya itu menjadi salah satu pertimbangan kami untuk memperketat pengamanan dan pengawasan selama lomba-lomba perairan FBHH,” ujarnya.
Hingga kini, seluruh rangkaian lomba yang digelar di sungai berjalan aman dan kondusif. Tidak ada laporan insiden kecelakaan air maupun gangguan keselamatan peserta dan penonton.
Dalam pengamanan FBHH, BPBD Kotim bersinergi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah, Pos Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sampit, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim.
Pengamanan terpadu ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan Festival Budaya Habaring Hurung di Sungai Mentaya, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa insiden. (oes)
Editor : Slamet Harmoko