Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pendapatan Kotim 2026 Diproyeksikan Rp1,8 Triliun, Dari Mana Saja Sumbernya?

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 12 Januari 2026 | 12:59 WIB
ilustrasi uang rupiah
ilustrasi uang rupiah

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memproyeksikan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp1,808 triliun lebih. Proyeksi tersebut menjadi pijakan utama dalam penyusunan arah pembangunan dan penetapan proyek strategis daerah yang akan dijalankan tahun depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim Alang Arianto menerangkan bahwa perhitungan pendapatan daerah disusun dengan pendekatan realistis dan mengacu pada dokumen perencanaan serta evaluasi anggaran tahun-tahun sebelumya.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin menetapkan target yang terlalu optimistis tanpa didukung kapasitas fiskal yang memadai.

“Proyeksi pendapatan ini menjadi dasar dalam menentukan program strategis daerah. Karena itu harus terukur dan sesuai kemampuan keuangan daerah, terlebih pelaksanaannya juga akan berada dalam pengawasan,” ujarnya.

Berdasarkan pemaparan Bapperida, total pendapatan daerah Kotim pada 2026 tercatat sebesar Rp1.808.949.619.200. Angka tersebut diperkirakan meningkat pada 2027 menjadi Rp1.841.519.741.337 atau naik sekitar 1,8 persen.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 diproyeksikan sebesar Rp419.887.264.180 dan belum menunjukkan perubahan signifikan pada 2027. PAD tersebut berasal drai pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, sertalain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Pajak daerah masih menjadi kontributor terbesar PAD dengan nilai Rp245.878.634.793, disusul retribusi daerah sebesar Rp18.203.509.925. Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat Rp5.363.260.387, sementara lain-lain PAD yang sah mencapai Rp150.441.859.075.

Alang menilai kondisi tersebut mencerminkan struktur PAD Kotim yang relatif stabil, namun msih memerlukan penguatan agar perannya dalam menopang keuangan daerah semakin besar.

Di sisi lain, pendapatan transfer dari pemerintah pusat mashi menjadi komponen dominan dalam struktur pendapatan daerah. Pada 2026, pendapatan transfer Kotim diproyeksikan sebesar Rp1.389.062.355.020 dan meningkat menjadi Rp1.421.632.477.157 pada 2027 atau naik sekitar 2,3 persen.

Meski pendapatan daerah diperkirakan mengalami kenaikan, Alang menegaskan pemerintah daerah tetap harus berhati-hati dalam menyusun belanja dan menetapkan prioritas pembangunan.

“Setiap program strategis harus benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal. Ini penting agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan, proyeksi pendapatan tersebut akan menentukan jumlah serta skala proyek strategis daerah yang akna dilaksanakan pada 2026. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan anggaran yang akuntabel, Pemkab Kotim berharap pembangunan daerah mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (yn/sla) 

 

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#pendapatan daerah #sampit #kotim #kalteng