SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Event Sampit Expo masih berlangsung di Stadion 29 November. Di hari kedua ini, Kamis (8/1), sosok tak biasa menarik perhatian pengunjung.
Sosok makhluk gaib yang biasanya tak kasat mata, kali ini tampil percaya diri dihadapan publik. Di dekat area stand, sosok berpakaian putih bernoda merah, lengkap dengan jeroan tubuh manusia tiruan yang terbuat dari busa dan rambut hitam panjang, wajah putih pucat dengan mata hitam yang menyeramkan berdiri di atas kursi plastik yang tertutup jubah putih.
Tak jauh dari keberadaannya, ada kotak toples bertuliskan "Silakan pian foto, bayar seikhlasnya". Dibalik kostum menyeramkan tersebut, ternyata hanyalah manusia berwujud laki-laki.
Radar Sampit tertarik mengajak berbincang dengan pria yang mengaku bernama Zakaria. Seniman jalanan berusia 40 tahun yang suka memerankan banyak karakter ini sudah menggeluti profesi ini selama lebih dari 10 tahun.
"Kostum kuntilanak ini baru empat bulan. Mengenalkan kearifan lokal Saranjana yang masih hits jadi film," kata Zakaria pria asal Amuntai, Provinsi Kalimantan Selatan.
Selama 10 tahun, ia ikut meramaikan dan menghibur atau lebih tepatnya menakut-nakuti pengunjung di berbagai acara daerah. Ia sudah melalang buana menjadi seniman jalanan dengan memeragakan berbagai karakter dalam event di Kotabaru, Batu Licin, Tanjung, Barabai.
"Kalau ke Sampit baru pertama kali ini. Tahu ada Sampit Expo dari kawanan yang menginfokan di grup. Jadi, kami biasa keliling ke berbagai daerah mengikuti acara di wilayah Kalsel dan Kalteng," ujar pria yang sudah memiliki tiga anak ini.
Dari kostum menyeramkan ini, ia mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 1,2 juta dalam sehari. Dalam kondisi berdiri maksimal selama delapan jam dari sore hingga malam hari.
"Ini baru mulai hari ini. Karena, saat pembukaan Sampit Expo dari sore sampai malam hujan, kalau tampil, sayang kain putihnya kotor," ujarnya.
Demi mencari nafkah, Zakaria rela berdiri lama dalam setiap acara. "Maksimal delapan jam pernah tembus pendapatan Rp 2 juta per hari dengan kostum robot transformer. Kostumnya ganti-ganti, kadang robot, kadang bumble bee yang paling diminati pengunjung, tapi atributnya berat kalau dibawa keluar daerah, makanya pakai kostum kuntilanak saja lebih ringkas," ujarnya.
Kostum kuntilanak itu ia permak, ia tampil totalitas menyerupai versi kuntilanak dengan rambut hitam panjang yang dibelinya secara online dan kuku panjang yang terbuat dari silikon dan jeroan manusia yang terbuat dari busa serta topeng yang dimodifikasi menyerupai wajah kuntilanak.
"Ini topeng saja, kalau dandan susah bersihkan saat mau sholat. Kalau dengar adzan, istirahat sholat dulu," ujarnya.
Zakaria tak takut memperagakan kostum kuntilanak dan bersyukur belum pernah melihat makhluk gaib versi aslinya.
"Alhamdulillah, belum pernah lihat. Kayanya jangan sampai ditampakkan dengan wujud aslinya. Saya pakai kostum ini supaya kuntilanak semakin eksis. Hantu jadi tidak ada harga dirinya lagi. Yang penting niatnya baik mencari nafkah bukan untuk menakut-nakuti pengunjung," ucapnya terkekeh.
Dari banyaknya pengunjung yang berdatangan, ada yang merasa takut dan ada yang malah ingin berfoto. "Ada yang takut, tapi banyak juga yang mau berfoto," ujarnya.
Ditanya tempat peristirahatan, Zakaria mengaku tidur di sembarang tempat di tenda kerucut atau di selasar masjid.
"Tidurnya bebas saja, di sini tidak punya tempat tinggal. Benar-benar merantau mencari rejeki di kota orang. Malam tadi tidur di tenda kerucut gabung sama seniman lain yang juga memerankan kuntilanak dan kuyang. Yaa kadang tidur di selasar masjid yang penting bisa tidur," ujarnya.
Zakaria berencana akan tetap bertahan di Sampit Expo digelar mulai 7-14 Januari 2026.
"Niat rencananya sampai hari terakhir penutupan Sampit Expo di sini. Biasanya awal tahun acara di Kalsel belum ada, ini pergerakan ke beberapa daerah di wilayah Kalteng saja rencana setelah acara ini," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko