Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Simpang Tiga Kuala Kuayan Rusak Parah, Banyak Perusahaan Tutup Mata

Heny Pusnita • Jumat, 2 Januari 2026 | 18:38 WIB
JALAN RUSAK : Kondisi jalan rusak simpang tiga Kilometer 4 Kuala Kuayan yang mengarah ke Desa Tumbang Sapiri dan Desa Pemantang. (EDISON UNTUK RADAR SAMPIT)
JALAN RUSAK : Kondisi jalan rusak simpang tiga Kilometer 4 Kuala Kuayan yang mengarah ke Desa Tumbang Sapiri dan Desa Pemantang. (EDISON UNTUK RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kerusakan jalan di simpang tiga Kilometer 4 Kuala Kuayan yang mengarah ke Desa Tumbang Sapiri dan Desa Pemantang, tak kunjung mendapat penanganan serius.

Minimnya kepedulian perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut turut menimbulkan kekecewaan dari unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat.

Camat Mentaya Hulu Muhammad Edison, mengatakan pihaknya telah mengundang perusahaan terkait dalam rapat pada 19 Desember 2025 lalu.

Dalam pertemuan itu, ia mendesak kontribusi perusahaan untuk membantu perbaikan jalan rusak sepanjang 500 meter dengan lebar badan jalan 12 meter.

”Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak. Karena itu, kami mengundang beberapa perusahaan seperti PT KMA, PT Sarpatim, dan PT Sabindo. Namun, yang siap membantu alat berat hanya PT KMA. Perwakilan PT Sarpatim dan Sabindo bahkan tidak hadir,” ujar Edison, Kamis (1/1).

Ia menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai mengabaikan tanggung jawab sosialnya. Padahal, dua perusahaan yang tidak hadir itu bergerak di bidang usaha yang berkaitan langsung dengan material perbaikan jalan.

”PT Sabindo ini informasinya usaha batu granit dari Desa Pantap. Sekali angkut dengan mobil tronton bisa mencapai Rp9 juta,” ungkap Edison.

Menurutnya, jalan tersebut sebelumnya pernah diperbaiki melalui bantuan PT KMA. Namun, hujan deras menyebabkan kondisi jalan kembali rusak parah.

”Di Kecamatan Mentaya Hulu ada banyak perusahaan, tetapi kami tidak melibatkan semuanya. Kami hanya memetakan perusahaan terdekat di sekitar lokasi. Kami meminta PT Sarpatim membantu tanah laterit dan PT Sabindo menyediakan batu granit,” tambahnya.

Edison menegaskan, perbaikan infrastruktur ini mendesak karena merupakan jalur utama masyarakat dan pelajar menuju pusat kecamatan di Kuala Kuayan.

"Sebenarnya ada dua akses jalan yang dapat dilalui warga. Jalan pertama berada di bawah, tepat di pinggir sungai. Waktu tempuh hanya 15 menit, namun kondisi jalan rusak berat dan rawan banjir karena dekat bantaran sungai. Ditimbun pun percuma, nanti rusak lagi. Makanya, saya mengarahkan alternatif lain di Jalan eks PT Prakanca Timber yang sudah puluhan tahun tidak beroperasi dan statusnya telah diserahkan kepada pemerintah kecamatan," jelasnya.

"Jalan eks PT Prakanca memang lebih jauh, tetapi aman karena berada di atas. Hanya saja kondisinya juga rusak parah dan perlu segera diperbaiki,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta bantuan dana, melainkan material untuk penimbunan awal.

”Kami tidak minta uang, yang kami butuhkan hanya bantuan material dengan estimasi kebutuhan sekitar 5 rit tanah laterit dan 5 rit batu granit muatan tronton. Itu sudah sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Edison mengatakan rencananya pengerjaan jalan rusak tersebut akan dilaksanakan secara swadaya pada 5 Januari 2026 mendatang.

"Kami berharap komitmen perusahaan benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya. Kalau mereka tetap tidak peduli, saya akan mengajukan surat kepada DPMPTSP untuk meminta mencabut izin operasional usaha perusahaan yang bersangkutan,” tegasnya. (hgn)

Editor : Slamet Harmoko
#jalan rusak #kuala kuayan