Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Kronologi dan Penyebab Warga Kapuas Hulu Tewas Tertembak Senjata Laras Panjang

Slamet Harmoko • Jumat, 2 Januari 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi Mayat (jawa pos)
Ilustrasi Mayat (jawa pos)

KAPUAS HULU, radarsampit.jawapos.com – Konflik sepele soal wilayah berburu berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang warga Dusun Ukit-ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tewas akibat tembakan senjata api laras panjang, Rabu (31/12/2025) siang.

Peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban diketahui bernama Antonius Toni, sementara terduga pelaku berinisial EB, yang juga merupakan warga setempat.

Kapolsek Batang Lupar IPDA Saleh Syafaruddin membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus penembakan itu kini ditangani oleh Satreskrim Polres Kapuas Hulu.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan dibawa ke Mapolres Kapuas Hulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar IPDA Saleh Syafaruddin, dikutip dari Tribun Pontianak, Kamis (1/1/2026).

Berawal dari Adu Mulut di Wilayah Berburu

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, insiden bermula dari cekcok mulut antara korban dan terduga pelaku terkait konflik wilayah berburu. Saat itu, keduanya sama-sama membawa senjata api laras panjang.

“Hasil pengakuan terduga pelaku, mereka cekcok masalah wilayah berburu dan sama-sama membawa senjata api,” ungkap IPDA Saleh.

Perselisihan tersebut kemudian memanas dan berujung pada adu fisik. Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat berhasil merebut senjata api milik EB.

Senjata Meletus Usai Dihantam Pohon Sawit

Dalam kondisi emosi, korban memukulkan senjata api laras panjang tersebut ke batang pohon sawit. Benturan keras itu diduga menyebabkan senjata meletus secara tidak sengaja.

Peluru yang keluar dari senjata mengenai kaki korban. Luka tembak yang dialami Antonius Toni cukup parah hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polisi memastikan tidak ada saksi mata di tempat kejadian, karena peristiwa tersebut hanya melibatkan korban dan terduga pelaku.

Pelaku Panik, Lapor Kepala Desa

Usai kejadian, EB dilaporkan panik dan langsung mendatangi Kepala Desa Labian untuk melaporkan insiden tersebut. Atas saran kepala desa, EB kemudian menyerahkan diri ke Polsek Batang Lupar.

Selanjutnya, polisi membawa terduga pelaku ke Mapolres Kapuas Hulu guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, Satreskrim Polres Kapuas Hulu masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti terkait insiden penembakan yang menewaskan satu orang itu. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Kapuas Hulu #tewas ditembak #berburu #tewas tertembak