PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Aksi penganiayaan mengejutkan terjadi di kawasan Pasar Indra Sari, Jalan Udan Said, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (31/12/2025).
Seorang perempuan paruh baya menjadi korban penganiayaan setelah dihantam batu oleh seorang tukang parkir perempuan saat tengah duduk di samping Toko Duta Mode.
Batu tersebut mengenai bagian kepala dan wajah korban, lalu kembali dilempar hingga mengenai dadanya.
Akibat kejadian itu, darah segar mengucur dari wajah korban. Perempuan warga Kelurahan Baru tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun oleh anaknya untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Polda Kalteng 'Pecat' 31 Polisi Nakal Sepanjang 2025
Informasi yang dihimpun, pelaku merupakan seorang perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di kawasan pasar tersebut. Pelaku diketahui mengalami keterbelakangan mental dan kerap mengamuk tanpa sebab.
Anak korban, Fanda, menuturkan bahwa saat kejadian ibunya sama sekali tidak melakukan tindakan apa pun yang memicu emosi pelaku.
“Ibu saya sedang duduk santai di samping toko. Tiba-tiba pelaku mengambil batu dan menghantam kepala serta wajah ibu. Setelah itu batu dilempar lagi dan mengenai dada ibu,” ungkapnya.
Melihat kondisi korban yang berlumuran darah, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit.
Pelaku sempat diamankan dan dibawa ke kantor polisi. Namun, karena diketahui memiliki keterbatasan mental, pelaku akhirnya dilepaskan.
Baca Juga: Innalillahi!!! Pengemudi Ojol di Palangka Raya Meregang Nyawa Ditabrak Ambulans
“Setelah dirawat, ibu saya sudah pulang ke rumah. Pelakunya dilepaskan karena memang kondisi mentalnya. Bahkan tadi saya lihat sudah parkir lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Kami maklum karena memang sering mengamuk tanpa sebab,” ujar Fanda.
Sementara itu, insiden lain juga terjadi di kawasan Pasar Indra Kencana. Seorang pria tak dikenal diamuk warga hingga pingsan setelah mengamuk dan memukuli sejumlah pedagang.
Salah satu pedagang, Irham, mengatakan pria tersebut awalnya makan di sebuah warung. Namun, usai makan, pria itu tiba-tiba memecahkan gelas dan mengamuk.
“Dua orang jadi korban, salah satunya abang saya. Karena terus mengamuk, saya emosi dan memukulnya berkali-kali sampai pingsan,” kata Irham.
Setelah sadar, pria yang diduga dalam pengaruh minuman keras itu langsung melarikan diri. “Dari mulutnya tercium bau arak,” pungkas Irham. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko