Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

89 Kebakaran Hantui Kotim Sepanjang 2025, Korsleting Listrik jadi Aktor Utama Pemicu Terbanyak

Usay Nor Rahmad • Rabu, 31 Desember 2025 | 12:06 WIB
Petugas Disdamkarmat Kotim saat menangani kebakaran bangunan di Sampit, belum lama ini. (Dok. Usay Nor Rahmad /Radar Sampit)
Petugas Disdamkarmat Kotim saat menangani kebakaran bangunan di Sampit, belum lama ini. (Dok. Usay Nor Rahmad /Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sepanjang 2025, kebakaran masih menjadi ancaman nyata bagi warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mencatat, 89 kejadian kebakaran terjadi selama setahun terakhir. Mayoritas kasus dipicu faktor yang sebenarnya bisa dicegah.

Data Disdamkarmat menunjukkan, kebakaran bangunan menjadi kasus terbanyak, yakni 47 kejadian.

Selain itu, tercatat 13 kebakaran lahan dan 29 kebakaran lainnya yang terjadi di berbagai wilayah Kotim.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Heri Wahyudi, mengatakan bahwa hasil evaluasi tahunan memperlihatkan korsleting listrik sebagai penyebab utama kebakaran, khususnya di permukiman warga.

“Dari data yang kami miliki, kebakaran paling banyak disebabkan arus pendek listrik. Ini menjadi catatan penting bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (31/12 /2025).

Berdasarkan pendataan Disdamkarmat, 47 kasus kebakaran dipicu korsleting listrik, disusul kelalaian manusia sebanyak 21 kasus.

Sementara itu, 14 kasus belum diketahui penyebabnya, 4 kasus akibat kebocoran gas elpiji, serta 3 kasus karena unsur kesengajaan.

Heri menegaskan, sebagian besar kejadian kebakaran tersebut dapat dicegah jika masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan di rumah maupun tempat usaha.

Instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan colokan bertumpuk, hingga kelalaian saat memasak kerap menjadi pemicu awal api.

“Kesadaran masyarakat sangat menentukan. Instalasi listrik harus aman, peralatan harus berstandar SNI, dan penggunaan gas elpiji perlu diawasi,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Disdamkarmat Kotim mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik, menghindari sambungan listrik berlebihan, serta memastikan regulator dan selang gas dalam kondisi layak pakai.

Masyarakat juga diminta segera melapor jika terjadi kebakaran atau situasi darurat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Petugas selalu siap siaga, tetapi pencegahan tetap yang utama. Kebakaran bukan sekadar musibah, banyak yang berawal dari kelalaian,” tegas Heri.

Melalui edukasi dan evaluasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan, sehingga angka kebakaran pada tahun mendatang dapat ditekan dan risiko kerugian dapat diminimalkan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#kebakaran di kotim #korsleting listrik #sampit