Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Cabai Melambung 100 Persen. Bupati Kobar: Tengkulak Jangan Permainkan Harga !

Koko Sulistyo • Jumat, 26 Desember 2025 | 22:55 WIB
Petani Cabai di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kobar belum lama ini.
Petani Cabai di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kobar belum lama ini.

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Harga cabai pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 melambung tinggi.  Di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), harga cabai tembus hingga Rp130ribu perkilogram.

Tingginya harga cabai mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten setempat, sebabnya terjadi disparitas harga yang mencolok, antara di tingkat petani dan di tengkulak.

Perbedaan harga di tingkat petani dan di tengkulak ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya harga cabai. Terutama di Pasar Induk Indra Sari Pangkalan Bun.

Menyikapi hal itu, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah menegaskan, hasil peninjauan langsung ke petani cabai, harga ditingkat petani hanya berkisar Rp60 ribu perkilogram, sementara di pasar dijual hingga Rp130 ribu.

“Kami sempat datang ke petani dan menanyakan harga jual. Ternyata di petani hanya Rp60 ribu, tapi setelah di cek di pasar harganya bisa sampai Rp130 ribu. Ini tidak wajar, tengkulak jangan permainkan harga,” ungkapnya.

Menurutnya, petani cabai tidak boleh dirugikan oleh permainan tengkulak. Ia meminta petani lebih berani dan tidak mudah dibohongi. Nurhidayah sekaligus menegaskan bahwa Pemkab Kobar akan mengawasi rantai distribusi agar harga tetap adil bagi semua pihak.

Nurhidayah juga mengajak masyarakat untuk mulai menanam cabai sebagai upaya jangka menengah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Ia mempersilahkan warga yang berminat menanam cabai untuk datang langsung ke Dinas Pertanian Kobar guna mendapatkan pendampingan.

“Saya sudah perintahkan Ibu Kepala Dinas Pertanian, siapa saja warga yang mau menanam cabai silakan datang ke dinas. Pemerintah siap mendukung,” imbuhnya.

Sebelumnya, beberapa hari menjelang Natal Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kobar Rody Iskandar mengungkapkan, harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas tertentu.

Ia mengungkapkan beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan, seperti cabai merah, bawang merah dan cabai rawit.

Memang ada beberapa kenaikan. Itu fluktuatif, terutama masih adanya inflasi pada cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.

Terpisah, Dewi, salah satu pedagang di Pasar Al Kamal, Kecamatan Baamang Sampit sebelumnya memprediksi bahwa harga cabai akan melonjak naik menjelang tahun baru.

"Ini kemungkinan harga Rp 55 ribu bertahan beberapa hari aja. Saat Natal sampai tahun baru diprediksi naik lagi, karena pasokan menipis. Apalagi bentar lagi ada acara Haul Guru Sekumpul di Kalsel, biasanya pasokan pengiriman jadi lambat," ungkapnya kepada Radar Sampit (23/12).

Sementara itu, ketika Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah pasar di Kota Palangka Raya, menjelang Natal, harga cabai dan bawang mulai menonjol mengalami kenaikan.

"Kami melihat harga, khususnya tadi komoditas cabai naik, dari sebelumnya Rp80 ribu per kilogram  menjadi Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram," terang Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko.

Menurutnya, sejumlah faktor jadi penyebab terjadinya kenaikan harga cabai. Yakni pengaruh cuaca hingga ketergantungan dari pasokan luar daerah,  seperti penyuplai pedagang besar dari wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(tyo/ant/gus)

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#bupati kobar hj nurhidayah #100 persen #harga cabai #Pangkalan Bun #melambung tinggi