Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Korban Keracunan di Desa Sebabi Makin Membaik

Heny Pusnita • Rabu, 10 Desember 2025 | 10:09 WIB


MEMBAIK: Kondisi salah satu pasien korban keracunan makanan sedang menunggu proses lahiran di Ruang Verlos Kamer RSUD dr Murjani Sampit,Selasa (9/12) malam.HENY/RADAR SAMPIT
MEMBAIK: Kondisi salah satu pasien korban keracunan makanan sedang menunggu proses lahiran di Ruang Verlos Kamer RSUD dr Murjani Sampit,Selasa (9/12) malam.HENY/RADAR SAMPIT


SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Lima korban yang merupakan satu keluarga asal Desa Sebabi, Kecamatan Telawang yang beberapa hari lalu, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi roti bakar dan es teler terpantau dalam kondisi membaik.

Radar Sampit menjenguk langsung, salah satu korban bernama Habibah (17) yang saat ini dalam kondisi hamil sudah pembukaan keenam. Wanita ini sedang menunggu waktu kelahiran anak pertama di Ruang Verlos Kamer (Ruang Bersalin) Gedung KIA RSUD dr Murjani Sampit.

Habibah didampingi ibunya Rohaniah (45) siaga menunggu anak bungsunya yang masih terbaring di brankar bed. "Sekarang kondisinya sudah membaik hanya sariawan dan badan masih agak lemas," ungkapnya.

Habibah mengaku tak menyangka makanan roti bakar dan es teler yang dimakan beramai-ramai bersama ibu dan ayah mertua serta kedua ponakannya itu berujung petaka bagi kesehatannya.

"Namanya lapar ya makan, tidak curiga enak atau tidak. Beli roti bakarnya di simpang Sebabi, makan bersama Jumat lalu (5/12) sekitar jam 7 malam," ungkapnya.

Kemudian lanjut Habibah, Sabtu (6/12) subuh, dirinya dan ibu mertua (Fatmawati), ayah mertua (Ajudinur), keponakannya Nur Azmiya (13) dan keponakannya Sazia yang masih balita berumur 13 bulan mengalami gejala muntah-muntah, diare dan penurunan kesadaran.

"Sabtu subuh itu mulai merasa muntah-muntah diare. Tidak langsung ke puskemas, masih di rumah saja. Karena, semakin parah dan badan semakin lemas, besok Minggu dibawa ke Puskesmas Sebabi lalu di rujuk ke RSUD dr Murjani Sampit," terangnya.

Namun, keponakannya Sazia dikabarkan meninggal dunia pada Senin (8/12) subuh. Saat ini Fatmawati dan Ajudinur masih dirawat di Ruang VIP Cempaka, Nur Azmiya masih dirawat di Ruang Rawat Inap Asoka.

Sebelumnya, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany melalui Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Anggun Iman Hernawan Sp Okupasi menyampaikan, pasien yang mengalami keracunan makanan masih dalam perawatan pihaknya.

"Dokter kami yang bertugas menginformasikan, kondisi kesehatan pasien sempat memburuk, setelah makan es teler dan roti bakar pada hari Jumat. Sabtunya mengalami muntah-muntah dan diare, minggunya dibawa ke Puskesmas dan sore baru dirujuk ke IGD RSUD dr Murjani Sampit," terang dr Iman.

Terpisah, Kepolisian Sektor (Polsek) Telawang masih menyelidiki penyebab kasus keracunan tersebut.

Kapolsek Telawang Ipda Budi Hartono mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

"Masih dalam penyelidikan. Saat ini sudah ada tiga orang saksi yang diperiksa, termasuk pihak keluarga korban," ujar Kapolsel Telawang Ipda Budi Hartono, melalui sambungan telepon, Selasa (9/12) siang.

Dirinya membenarkan, kelima korban yakni mulai dari balita, tiga orang tua dan satu orang anak tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut, pada Minggu (7/12) malam. Dan salah satunya telah meninggal dunia.

Sementara, lanjutnya, saat ini pihak Kepolisian belum bisa memastikan apakah satu keluarga tersebut mengalami keracunan akibat memakan jajanan yang dibeli sebelumnya.

"Yang pasti kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kasus tersebut segera terungkap," pungkasnya. (hgn/sir/gus)

Editor : Slamet Harmoko
#SEBABI #tragedi #roti bakar #keracunan #telawang #sampit #kotim