SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Umar Kaderi segera menunjukkan kinerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sekaligus mampu mengelola anggaran daerah secara lebih efisien, terutama di tengah kondisi keterbatasan anggaran yang sangat ekstrem.
Sekretaris Komisi I DPRD Kotim M Abadi mengatakan, jabatan Sekda memiliki posisi vital dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran.
Dia berharap Umar mampu menjadi penggerak utama sinergi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.
”Sekda harus mampu membaca situasi dengan cepat dan menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat secara tepat. Selain itu, kehati-hatian dalam menyusun dan mengalokasikan anggaran juga menjadi kunci agar pembangunan benar-benar memberi manfaat,” ujar Abadi.
Abadi menambahkan, DPRD siap mendukung langkah strategis yang ditempuh Pj Sekda, terutama dalam menjaga efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran di tengah tantangan fiskal yang kian berat.
Kehadiran Umar diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara eksekutif dan legislatif demi mempercepat realisasi program prioritas daerah.
Diketahui, APBD Tahun Anggaran 2026 menghadapi kesenjangan fiskal yang signifikan akibat penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat sebesar kurang lebih Rp383 miliar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dampak langsung penurunannya, kekurangan pembiayaan di berbagai sektor strategis yang secara kumulatif mencapai sekitar Rp571 miliar sebagaimana dilaporkan.
Adapun komposisi APBD Kotim Tahun 2026, yakni pendapatan sebesar Rp1,94 triliun, terdiri dari pendapatan asli daerah Rp466,88 miliar dan pendapatan transfer Rp1,47 triliun.
Sementara belanja sebesar Rp1,96 triliun, defisit anggaran Rp27,7 miliar, penerimaan pembiayaan Rp42,2 miliar, pengeluaran pembiayaan Rp14,5 miliar, serta pembiayaan netto Rp27,7 miliar. (ang/ign)
Editor : Gunawan.