PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pelanggaran lalu lintas di Kalimantan Tengah kian parah.
Operasi Zebra Telabang 2025 mencatat lonjakan besar penindakan pelanggaran hingga 13.006 kasus, naik lebih dari 54 persen dibanding 8.444 kasus pada 2024. Di saat bersamaan, jumlah korban jiwa juga meningkat.
Ditlantas Polda Kalteng mencatat 49 kecelakaan sepanjang pelaksanaan operasi tahun ini, dengan 15 korban meninggal dunia.
Tahun sebelumnya terjadi 47 kejadian dengan 12 korban meninggal. Artinya, jumlah kecelakaan naik sekitar 4 persen, disertai peningkatan fatalitas.
Korban meninggal tersebar di sejumlah daerah, yakni Kotawaringin Timur dan Pulang Pisau masing-masing empat orang, Kapuas tiga orang, Lamandau dua orang, serta Gunung Mas dan Kotawaringin Barat masing-masing satu orang. Total kerugian materi mencapai Rp160 juta.
Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng menegaskan, Operasi Zebra 2025 merupakan langkah awal untuk menciptakan kondisi aman menjelang Operasi Lilin Telabang 2025 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya mengatakan, pihaknya terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
”Artinya masyarakat harus dewasa, yakni tertib saat tidak ada polisi. Kami terus menekankan kesadaran berlalu lintas kepada masyarakat,” pungkasnya.
Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Kalteng AKBP Suwarno mengatakan, kenaikan penindakan didominasi penggunaan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). ETLE statis melesat dari 17 kasus pada 2024 menjadi 137 kasus pada 2025. ETLE mobile juga naik dari 176 menjadi 226 kasus.
Sebaliknya, tilang manual turun drastis dari 2.346 kasus menjadi hanya 53 kasus. Namun jumlah teguran naik tajam, dari 5.905 teguran pada 2024 menjadi 12.590 teguran pada 2025.
Tren positif terlihat dari jenis pelanggar. Kasus pelanggaran pengendara roda dua turun hingga 85 persen (dari 1.669 menjadi 245 kasus), dan pelanggar roda empat menurun 80 persen (dari 848 menjadi 171 kasus).
Suwarno menegaskan, seluruh upaya pengawasan ini merupakan langkah antisipatif menjelang puncak arus libur Nataru.
”Operasi Zebra adalah cipta kondisi menuju Operasi Lilin Telabang. Kami ingin memastikan situasi lalu lintas jelang Nataru 2026 berjalan aman dan kondusif,” katanya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.