Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mediasi dan Saling Memaafkan Akhiri Kegaduhan Gara-Gara Tumbler TUKU Tertinggal di KRL

Agus Jaka Purnama • Sabtu, 29 November 2025 | 13:00 WIB
Saling memaafkan antara Anita bersama suaminya, dan Argi saat mediasi
Saling memaafkan antara Anita bersama suaminya, dan Argi saat mediasi

radarsampit.jawapos.com- Pasangan suami istri, Alvin dan Anita menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mereka atas unggahan di media sosial, perihal tumblernya hilang di KRL, sehingga membuat gaduh. Akibatnya, seorang petugas PT KAI atas mana Argi, nyaris kehilangan pekerjaannya.

"Saya Alvin, Saya Anita. Beberapa hari ini banyak berita beredar dan berkembang di sosial media terkait perbuatan kami berdua. Maka dari video yang kami buat ini"Kami meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua,” ujar pasutri tersebut melalui video diakun instagramnya.

Dalam vidoe mereka juga mmengaku tidak bijak dalam bersikap sehingga berdampak bagi banyak orang.  "Kami sangat sadar menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai perasaan banyak orang di luar sana," tutur Anita.

Keduanya pun menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran, untuk lebih berhati=hati lagi kedepannya. ‘Dari lubuk hati kami yang paling dalam kami sangat meminta maaf yang sebesar-besarny,” ungkap keduanya.

Selain  itu, pasutri itu juga telah  menyampaikan permintaan maaf langsung, kepada etugas passenger service Stasiun Rangkasbitung bernama Argi mengatakan masih dipekerjakan di KAI.

Saat mediasi Anita didampingi suaminya. Anita menyampaikan permintaan maaf telah mengunggah perihal tumbler hilang hingga membuat gaduh. "Saya selaku yang memposting tersebut meminta maaf sebesar-besarnya, atas kejadian ini saya dan Mas Argi sudah saling memaafkan," ujar Anita.

Sementara Argi, ternyata masih  dipekerjakan di KAI wisata di bagian passenger service KRL di Rangkas. “Minta maaf kepada Mas Alvin dan Mbak Anita bilamana ada salah kata ataupun perbuatan saya," ujar Argi, dalam video usai dimediasi, dilihat Jumat (28/11/2025).

Pada mediasi itu, Vice President Train Service Facility and Customer Care, Sondang turut hadir. Nama Sondang turut terseret setelah tangkapan layar di grup WA viral di media sosial.

Dalam video sesuai mediasi, Sondang juga menyampaikan permintaan maaf ke Anita. Dia menilai kasus ini jadi bahan evaluasi ke depan.

"Pada dasarnya kami meminta maaf ke Mbak Anita bahwa pelayanan kami memang masih kurang sehingga penanganan barang tertinggal di mbak Anita mengalami sedikit masalah," ungkapnya. "Kami minta maaf dan kami terus akan meningkatkan pelayanan di KCI. Mohon maaf sekali lagi dari kami," imbuh Sondang.

Sebelumnya, persoalan ini bermula dari unggahan Anita yang curhat soal pengalamannya yang baru saja kehilangan barang di KRL yang sempat dinaikinya.  

Melalui akun threadnya @anitadewI, Ia menjelaskan kronologi kejadian melalui sebuah utas. “Tumbler Tuku-ku GONE atas ketidak tanggung jawab petugas KAI,” tulis Anita mengawali utasnya dikutip dari akun Instagram @fakta.indo pada Kamis (27/11).

Anita menceritakan saat itu ia menaiki KR jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung, Senin (24/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Ia kemudian turun di Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 19.40 WIB. Ketika itu ia menyadari barang bawaannya berupa Tumbler itu tertinggal di gerbong khusus wanita.

 Selanjutnya, Anita pun memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut pada petugas stasiun. Setelah menjelaskan ciri-ciri barangnya yang hilang, petugas pun langsung mendindaklanjuti.

 Tak memakan waktu lama,  barang penumpang tersebut akhirnya ditemukan dan berhasil diamankan oleh petugas KAI. Anita lalu diinstruksikan untuk mengambil barangnya tersebut di Stasiun Rangkasbitung.

 Keesokan harinya, Selasa (24/11) Anita bermaksud mengambil barangnya di Stasiun Rangkasbitung sesuai instruksi petugas KAI. Setelah sampai, Anita pun berhasil kembali mendapatkan cooler bagnya yang sempat ketinggalan itu.

Namun setelah tas itu dicek  tumbler Tuku yang menurutnya ada di dalam cooler bag tersebut hilang. “Sesampainya di sana, singkat cerita aku sudah terima cooler bagku, dan jeng-jeng, syok berat pas dibuka kok ada yang hilang!! Tumbler TUKU-ku tidak ada!!” tulis Anita.

Ia pun tidak terima, lalu melayangkan protes kepada petugas. Anita ingin meminta penjelasan karena pada saat cooler bagnya pertama kali ditemukan, tumbler miliknya masih ada.

 Argi, selaku petugas KAI  yang saat itu menerima cooler bag Anita mengaku tidak tahu dan tidak mengecek saat pertama kali barang itu diserahkan kepadanya, karena saat itu situasi sedang ramai.

 Suami Anita lalu meminta agar petugas mengecek CCTV untuk mengetahui ke mana hilangnya tumbler tersebut. Namun Argi menjelaskan, pengecekan CCTV itu membutuhkan waktu yang sangat panjang. Ia pun menawarkan untuk mengganti tumbler tersebut dengan uang pribadinya.

 Namun, Anita dan suaminya tidak merespons hingga akhirnya kasus ini menjadi viral di media sosial. Melalui unggahannya pula,  Argi mengatakan bahwa nasibnya di ujung tanduk akibat unggahan sebelumnya, yang dibuat oleh Anita tersebut.

 “Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk karena bapak/istri bapak posting di salah satu media sosial,tulis Argi. Argi bahkan bersumpah jika ia tidak mengambil tumbler tersebut. “Demi Allah pak, bukan saya yang ambil tumbler tersebut,”ungkapnya.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab atas kelalaiannya, Argi bahkan mengganti tumbler tersebut yang dibelinya secara online. Dari tangkapan layar diketahui bahwa Argi memberli tumbler tersebut seharga Rp310 ribu.

 Hal itu lah yang kemudian viral dan mendapatkan sorotan serta komentar tajam dari netizen, bahkan dari para pesohor. (sr/gs)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#minta maaf #pt kai #permintaan maaf #tumbler Tuku #mediasi #krl #kehilangan pekerjaan #saling memaafkan #kegaduhan #tertinggal