Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Manuver Edy Pratowo untuk Rebut Golkar Kalteng. Fairid Naparin Dikabarkan Jadi Pesaing 

Yusho Ricky Prayoga • Rabu, 26 November 2025 | 22:05 WIB
Edy Pratowo (kanan) saat mengambil formulir pendaftaran pencalonan ketua, dalam Musda ke XI DPD Golkar Kalteng, Rabu (26/11) .
Edy Pratowo (kanan) saat mengambil formulir pendaftaran pencalonan ketua, dalam Musda ke XI DPD Golkar Kalteng, Rabu (26/11) .

 

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng), bursa calon nahkoda partai berlambang pohon beringin itu, mulai bergejolak.

Pengumuman pendaftaran pada 24–25 November 2025, kemudian dilanjutkan dengan masa pendaftaran pada 26–27 November 2025. Selanjutnya peserta diberikan waktu untuk mengembalikan formulir hingga 28 November 2025.

Melihat peluang tersebut, Edy Pratowo langsung memastikan dirinya mendaftar. Manuver politik Wakil Gubernur Kalteng ini menegaskan  diri siap bersaing dalam Musda yang akan digelar 29 November 2025 nanti.

Diketahui, Edy Pratowo Ketika maju pada pemilihan gubernur mendampingi Agustiar Sabran, diusung oleh 4 partai, yakni  Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketika mengambil formulir pendaftaran calon, Edy nampak begitu percaya diri dapat meneruskan estafet kepemimpinan salah satu partai besar tersebut, dengan adanya klaim dukungan yang cukup dari DPD II.

"DPD Kalteng sendiri mempersilahkan siapapun kader yang mau mendaftar. Ya salah satunya saya karena memang untuk dukungan dari DPD II itu sudah ada," katanya, Rabu (26/11).

Diketahui, salah syarat pencalonan Ketua DPD Golkar harus mendapat dukungan cukup dari pemegang hak suara. Dalam hal ini dari DPD I Kalteng, DPD II Kabupaten maupun kota, kemudian organisasi yang mendirikan dan didirikan yang berada di bawah Partai Golkar.

Terkait persyaratan tersebut, Edy Pratowo enggan membocorkan dari mana saja dukungan kepadanya berasal. Namun ia memastikan, persentase dukungan yang didapat sudah memenuhi persyaratan teknis maju dalam Musda.

"Nanti dilihat saja hasilnya, karena dukungan-dukungan itukan terlihat saat pengembalian berkas pendaftaran. Jadi biar nanti mereka pelaksana yang memverifikasi," tegasnya.

Edy juga menegaskan bahwa keinginannya untuk menahkodai Golkar Kalteng sama sekali tidak terkait dengan persiapan atau ancang-ancang dirinya, dalam menghadapi pemilihan kepala daerah pada 2029 mendatang.

"Saya tidak berpikir ke sana, karena yang terpenting itu bagaimana kami ini memperkuat koordinasi, membuat Golkar menjadi partai pemenang di pesta demokrasi nanti," terangnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kalteng Ruslan AS menegaskan, semua kader partai memiliki kesempatan yang sama untuk menggantikan dirinya. Diungkapkannya,  saat ini ada beberapa nama yang digadang-gadang menjadi kandidat, di antaranya Edy Pratowo dan Fairid Naparin.

"Yang pastikan siapapun yang terpilih, bebannya sama saja. Ketua baru nanti harus bisa menerus program-program yang sekarang, kemudian membuat partai lebih kuat," tegas suami Bupati Katawaringin Barat, Nurhidayah itu.

Terpisah, Fairid Naparin yang kini menjabat Walikota Palangka Raya tak banyak merespon terkait namanya digadang-gadang bakal menjadi pesaing utama Edy Pratowo dalam Musda tersebut.

Ketika ditanya awak media, Fairid  menegaskan dirinya akan mengikuti mekanisme partai dan mendukung keputusan yang diambil dalam Musda ke XI DPD Golkar Kalteng.

"Kalau memang ditugaskan, kami sebagai kader partai pasti siap. Tapi saya mengikuti keputusan partai dan senior-senior Golkar. Yang terpenting, proses Musda ini tidak menimbulkan perpecahan di internal," tegasnya.

Fairid juga menegaskan bahwa komunikasi antar-kader tetap terjalin dengan baik. Termasuk dengan sejumlah senior Golkar di Kalteng, seperti H Ruslan AS, Eddy Raya, dan Edy Pratowo. Menurutnya, siapa pun yang maju harus memiliki loyalitas tinggi dan visi yang kuat untuk membesarkan partai. 

Selain bakal adanya persaingan kandidat dalam Musda XI DPD Kalteng nanti. Juga tersiar adanya opsi aklamasi. Menanggapi kemungkinan tersebut, Sekretaris Steering Commite (SC) Musda Golkar Kalteng Siti Nafsiah tak menampik. Menurutnya mekanisme aklamasi bisa terjadi jika hanya satu calon yang memenuhi syarat sebagai calon ketua DPD Golkar Kalteng.

“Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) Musda Golkar, jika calon ketua telah mengantongi rekomendasi dari daerah sebanyak 50 persen + 1, maka aklamasi bisa dilakukan,” pungkasnya.

Diinformasikan, Partai Golkar di Kalteng meraih perolehan suara terbanyak kedua setelah PDI Perjuangan dalam Pemilu 2024 lalu. Berdasarkan rapat pleno penetapan rekapitulasi suara tingkat nasional untuk Provinsi Kalteng, PDI-P mendapatkan 295.749 suara, dan Partai Golkar yang meraih 193.871 suara.

Di posisi ketiga ada Partai Gerindra dengan perolehan 177.420 suara. Kemudian untuk posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh Partai Demokrat 154.407 suara dan Partai Amanat Nasional (PAN)  meraih 148.111 suara. (sho/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#manuver politik #Wakil Gubernur Kalteng #Musda #Edy Pratowo #fairid naparin #Golkar Kalteng