PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mulai mematangkan Sensus Ekonomi 2026, agenda besar yang akan memotret ulang seluruh aktivitas usaha di Indonesia sebagai dasar penentu kebijakan menuju Indonesia Emas 2045.
Pemetaan komprehensif ini mencakup usaha kecil, menengah, hingga besar, termasuk sektor digital yang tengah tumbuh cepat.
Isni Sukrianah, Tim Garda Sensus Ekonomi 2026 BPS Provinsi Kalteng mengatakan, sensus menjadi instrumen strategis untuk membaca struktur ekonomi nasional secara utuh.
”Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan usaha di Indonesia. Ini bisa menjadi gerbang penentu arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Senin (24/11/2025) di Aula BPS Kalteng.
Dia menjelaskan, pendataan mencakup karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga praktik ekonomi lingkungan yang kini menjadi perhatian global.
Sasarannya meliputi seluruh pelaku usaha, yakni UMKM, perusahaan besar, sektor ekonomi kreatif, hingga usaha digital yang semakin berkembang.
Sensus akan dilaksanakan pada 2026, menyasar seluruh wilayah Indonesia, baik kota maupun desa, kawasan pertumbuhan ekonomi, dan daerah yang mulai mengadopsi model ekonomi ramah lingkungan.
Tujuan utamanya, menyediakan landasan kebijakan ekonomi yang akurat dan tepat sasaran.
Data ini menjadi bahan evaluasi kebijakan, acuan dunia usaha membaca arah industri, sekaligus rujukan penting bagi riset ekonomi, sosial, dan kebijakan publik.
Isni menambahkan, pelaksanaan sensus akan menggabungkan wawancara langsung, pengisian data digital, serta integrasi data sektoral.
Pendekatan ini dipastikan mampu memotret secara detail potensi daerah, tantangan usaha, hingga tingkat pemanfaatan teknologi.
”Kegiatan ini digelar 10 tahun sekali. Tahun 2026, Juni-Juli akan dilaksanakan ke rumah-rumah,” ujarnya.
Dia menegaskan, masyarakat wajib memberikan data yang benar sesuai UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
”Ingat, berikan data akurat dan benar. Sebab ada sanksi pidana jika melanggar. Jadi sama-sama kita dukung Sensus Ekonomi 2026,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu wartawan, Angga, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan sensus ini.
Menurutnya, data akurat sangat penting sebagai pijakan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
”Luar biasa dan kami mendukung. Jadi bagi masyarakat, berikan data secara riil agar Indonesia lebih baik,” katanya. (daq/ign)
Editor : Gunawan.