Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beruk Bertaring Meresahkan Warga Perumahan

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 23 November 2025 | 21:50 WIB
Seekor Beruk bertaring setelah diamankan Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya, dari komplek perumahan Pemda, baru-baru tadi.
Seekor Beruk bertaring setelah diamankan Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya, dari komplek perumahan Pemda, baru-baru tadi.

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Suasana tenang warga Perumahan Pemda di Jalan G Obos Palangka Raya, dalam beberapa hari terganggu dengan teror kehadiran seekor Beruk, yang memiliki taring. Primata liar berbulu warna coklat kemerahan itu, berkeliaran dari atap ke atap rumah warga. Sesekali menduduki pagar rumah. Paling sering, hewan liar itu mondar-mandir di rumah salah satu warga.

Menurut salah satu warga pemilik rumah, keberadaan Beruk itu bukan hanya menakutkan, tetapi juga mengganggu. Pasalnya, sering bersembunyi di atas plafon dan meninggalkan air seni berbau menyengat.  Lantaran sering menampakkan diri bahkan hingga malam hari, warga  pun akhirnya melapor ke Tim Rescue Damkar Palangka Raya.

Koordinator tim Rescue Damkar Palangka Raya Sucipto, mengaku ini laporan kedua terkait kehadiran Beruk yang sama. Pada penanganan pertama, hewan itu sempat hilang sebelum ditemukan.”Betul, itu laporan kedua dan kita berhasil amankan Beruk itu,” ujarnya, Minggu (23/11).

Pada hari pertama pencarian, Beruk itu tidak terdeteksi meski petugas menyisir hingga ke plafon rumah Nomor 109. Namun, keberuntungan, Beruk itu didapati pada upaya pencarian kedua.

Begitu memasuki area plafon, petugas menemukan hewan tersebut terpojok di antara kuda-kuda atap. Dengan metode penangkapan perlahan dan terukur, tim  menggunakan trekel plastik untuk mengamankan pergerakannya. Setelah berhasil dilumpuhkan, kaki dan tangan beruk diikat agar tidak membahayakan petugas.

Beruk kemudian dibawa ke kantor BKSDA Kalteng di Jalan Yos Sudarso untuk penanganan lebih lanjut dan ditempatkan di kandang khusus berukuran besar dan kokoh.

Sucipto memastikan, evakuasi tersebut dilakukan demi keselamatan warga dan hewan. “Hewan seperti ini seharusnya berada di habitat alaminya, bukan di pemukiman,” tegasnya.

Dengan evakuasi selesai, warga Perumahan Pemda kini bisa bernapas lega. Sementara nasib Beruk berbulu merah itu menunggu keputusan BKSDA, sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke hutan.(daq/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#warga perumahan #beruk #PALANGKA RAYA #tim rescue damkar palangka raya