KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Komitmen Kabupaten Seruyan membangun tata kelola lanskap berkelanjutan kembali mendapat sorotan nasional.
Seruyan terpilih sebagai lokasi pembelajaran dalam Lokakarya Pembelajaran Lintas Lanskap Sustainable Landscape Platform Initiative (SLPI) yang digelar di Aula Bapperinda, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan itu dihadiri langsung Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda.
Lokakarya yang diinisiasi UNDP Indonesia dan Mosaik Initiative ini mempertemukan pemerintah daerah dari berbagai provinsi untuk saling bertukar pengalaman tentang pengelolaan lanskap yang ramah lingkungan.
Seruyan dipilih sebagai tuan rumah sekaligus lokasi belajar karena menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan sertifikasi yurisdiksi RSPO di dunia.
Tidak hanya dinilai berhasil mengembangkan sistem pemantauan lingkungan yang transparan, Seruyan juga diapresiasi karena mampu membangun pola kerja multipihak yang solid.
”Seruyan berkomitmen menerapkan prinsip keberlanjutan hingga menyentuh petani kecil. Kami berharap forum ini memperkuat sinergi menuju ekonomi hijau,” kata Ahmad Selanorwanda.
SLPI Officer UNDP Indonesia Paramita Mentari Kesuma menuturkan, forum ini memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk memahami praktik tata kelola lanskap yang selaras dengan kebijakan nasional maupun internasional.
Landscape Lead Mosaik Initiative, Michael Padmanaba, juga menegaskan koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan Seruyan dalam menjalankan sertifikasi berbasis yurisdiksi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta lokakarya mengunjungi Product Development Center Seruyan untuk melihat langsung proses pengolahan komoditas bernilai tambah seperti nilam dan kelapa genjah yang kini menjadi fokus pengembangan ekonomi lokal.
”Melalui agenda ini, kita tidak hanya berbagi praktik baik, tetapi juga menyerap masukan baru untuk memperkuat tata kelola lanskap ke depan,” kata Bupati.
Ahmad Selanorwanda menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus mendorong transformasi keberlanjutan di berbagai daerah Indonesia. (rdw/ign)
Editor : Gunawan.