SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana kawasan Jalan Achmad Yani, Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mendadak heboh saat sebuah bangunan tak berpenghuni di lokasi tersebut terbakar, Selasa sore (18/11 /2025).
Kobaran api yang muncul sekitar pukul 15.45 WIB membuat pelaku usaha di sekitar lokasi panik dan bergegas mengevakuasi barang-barang berharga dari tempat usaha mereka.
Asap hitam pekat membubung tinggi, menutupi sebagian ruas jalan dan membuat warga serta pengendara berhenti untuk memastikan sumber api.
Di saat bersamaan, sejumlah kafe dan perkantoran yang berada tak jauh dari titik kebakaran tampak memindahkan peralatan elektronik, dokumen penting, hingga kursi dan meja ke area yang lebih aman.
“Dikhawatirkan api merembet karena anginnya cukup kencang,” ujar Rizald, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Arus lalu lintas sempat tersendat karena banyaknya warga yang berhenti untuk melihat situasi. Beberapa pengendara memilih memutar balik lantaran khawatir asap tebal mengganggu jarak pandang.
Pansyah, salah seorang pengendara, menyebut ia melihat api membesar hanya dalam hitungan menit.
“Belum ada petugas, tapi apinya sudah tinggi. Jalan jadi macet karena orang banyak berhenti,” ujarnya.
Tidak lama berselang, armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan penyemprotan air untuk mencegah api merembet ke bangunan usaha di kiri–kanan jalan yang padat aktivitas tersebut.
“Bangunan yang terbakar ini memang kosong dan lama tidak digunakan. Tapi bagian dalamnya banyak material mudah terbakar, jadi apinya cepat membesar,” ungkap salah seorang petugas pemadam.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit. Pada pukul 16.00 WIB, petugas menyatakan situasi telah “hijau” atau terkendali.
Bangunan semi permanen itu hampir seluruhnya hangus, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki aparat berwenang. Lokasi telah dipasangi garis pembatas untuk menghindari warga mendekat ke area puing yang masih mengeluarkan asap tipis.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa bangunan kosong di kawasan padat usaha perlu diawasi, karena berpotensi menimbulkan kerawanan kebakaran yang bisa berdampak luas terhadap lingkungan sekitar. (oes)
Editor : Slamet Harmoko