SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perbaikan Jalan Pramuka sepanjang 2.100 meter mulai dipacu sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal kontrak.
Proyek bernilai Rp9,86 miliar itu menggunakan mekanisme Cement Treated Base (CTB), yang memungkinkan proses rekonstruksi berjalan lebih singkat dibanding metode pengaspalan konvensional.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama melalui Bagus Anugrah Nusantara selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Jalan Pramuka, mengatakan, pekerjaan awal seperti pengukuran dan penghamparan agregat kelas A telah rampung.
”Pengukuran jalan sudah selesai, dilanjutkan penghamparan agregat kelas A selama sepekan lalu. Dalam waktu dekat ini, rencana akan dilakukan pencampuran material semen dengan lapis pondasi agregat semen pakai alat recycling machine," ujarnya, Senin (17/11).
Proses pencampuran material CTB ditargetkan selesai dalam tiga hari, sebelum masuk pada tahap pemadatan selama dua pekan.
”Mekanisme CTB ini proses pekerjaannya bisa lebih cepat, tenggat waktu pekerjaan sampai 29 Desember 2025, diperkirakan pekerjaan bisa selesai sebelum masa kontrak berakhir," jelas Bagus.
Pekerjaan pengaspalan diperkirakan dimulai akhir November. Rekonstruksi dilakukan sepanjang 2,1 kilometer dengan lebar bervariasi 5,5–6,5 meter dan ketebalan 20 sentimeter.
Kepala Bidang Bina Marga DSDABMBKPRKP Kotim, Nur Aina, menyebut perbaikan Jalan Pramuka merupakan paket terbesar dari total 67 kegiatan yang dibiayai APBD Perubahan.
”Dari 67 paket kegiatan, delapan paket kegiatan di antaranya menelan anggaran cukup besar, yaitu Jalan Pramuka sebesar Rp9,8 miliar," kata Aina.
Dia merinci, sejumlah proyek bernilai besar lainnya, di antaranya perbaikan Jalan Bengkirai berupa penimbunan agregat sepanjang 1,6 kilometer senilai Rp3 miliar, pengaspalan Jalan Lesa Parenggean sepanjang 920 meter sebesar Rp3 miliar, serta rekonstruksi dan overlay Jalan Anggur III sepanjang 525 meter senilai Rp1,95 miliar.
Selain itu, Jalan Nyai Enat dianggarkan Rp3,5 miliar untuk pengaspalan sepanjang 655 meter. Pengaspalan Jalan Samudera Kotabesi sepanjang 510 meter menghabiskan Rp1,5 miliar, Jalan Wengga Metropolitan sepanjang 350 meter menelan Rp1,35 miliar, dan Jalan Jenderal Sudirman KM 14 kawasan TPA sepanjang 400 meter dianggarkan Rp1,2 miliar.
”Sebanyak 67 paket kegiatan ini merata di 17 kecamatan se-Kotim dan pengerjaannya mulai Oktober serta ditargetkan selesai Desember akhir tahun ini," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.