Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalan di Sejumlah Wilayah Kotim Rusak Saat Musim Hujan, Warga Kian Tersiksa

Usay Nor Rahmad • Minggu, 16 November 2025 | 15:24 WIB
Kondisi jalan di kawasan Tanjung Jaringau yang butuh perbaikan segera
Kondisi jalan di kawasan Tanjung Jaringau yang butuh perbaikan segera

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Musim hujan kembali membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Sejumlah ruas jalan desa berubah menjadi jalur berlumpur yang sulit dilalui, bahkan nyaris terputus.

Kondisi itu terjadi di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, dan juga di jalan menuju Desa Tanjung Jariangau yang kini membentuk seperti kolam lumpur besar.

Di Desa Soren, jalan utama desa tampak rusak berat. Permukaan jalan dipenuhi lumpur tebal hingga membuat sepeda motor sering tergelincir. Warga pun mengaku lelah dengan kondisi yang terus berulang setiap musim hujan.

“Kami sudah capek,” keluh Wiwin, salah satu warga Soren, Selasa (11/11).

Sementara itu, kondisi di Desa Tanjung Jariangau tak kalah memprihatinkan. Jalannya bahkan berubah menjadi genangan lumpur besar yang menyerupai kolam.

Banyak kendaraan, khususnya roda dua, tidak bisa melintas sehingga mobilitas warga sangat terganggu.

“Jalan Desa Tanjung Jariangau menuju Kuala Kuayan rusak parah,” ujar warga setempat.

Sorotan terhadap kerusakan jalan ini juga datang dari Anggota DPRD Kotim Noor Aprilly. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah dan pihak perusahaan tidak tinggal diam melihat kondisi jalan yang semakin parah, terutama menuju Desa Soren.

“Jangan sampai Desa Soren terisolasi. Kami minta perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah itu bisa membantu pembukaan akses jalan lewat program CSR,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jalan yang menghubungkan Desa Soren–Camba merupakan akses vital bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan warga yang membawa hasil pertanian. Saat musim hujan, jalur tersebut berubah menjadi lumpur pekat sehingga aktivitas masyarakat tersendat.

“Dulu waktu camat sebelumnya, jalan ini sudah pernah dirintis. Tapi hanya sebatas itu saja. Harapan kami, kalau memungkinkan, pihak perusahaan bisa membantu membuka jalan agar bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” kata politisi dari PKS itu.

Noor Aprilly menekankan bahwa perbaikan akses jalan akan berdampak besar pada ekonomi masyarakat. Transportasi hasil pertanian, distribusi pangan, hingga pelayanan kesehatan akan jauh lebih lancar jika jalan desa layak dilalui.

“Kasihan guru, tenaga kesehatan, dan warga yang harus berjuang menempuh jalan rusak. Jika jalannya bagus, aktivitas ekonomi ikut lancar. Tapi kalau tetap begini, Desa Soren bisa terus terisolasi,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk menggencarkan koordinasi dengan pihak perusahaan di sekitar kawasan tersebut agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan.

“Kalau ada dana CSR, bisa diarahkan untuk perbaikan jalan itu. Setidaknya layak dilalui kendaraan sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan,” tegasnya.

Warga Desa Soren mengaku sudah lama berharap adanya perhatian serius dari pemerintah maupun perusahaan sekitar. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi dan sosial tersebut hanya berjarak sekitar enam kilometer, namun menjadi momok menakutkan setiap kali musim hujan tiba. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#jalan rusak #Tanjung Aan