SAMPIT-radarsampit.jawapos.com- Pelayanan kontrasepsi dengan Metode Operasi Wanita (MOW) nampaknya mulai diminati di Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu terlihat ketika kegiatan itu digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) setempat, di RSUD dr Murjani Sampit, dari tanggal 12-15 November 2025.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPPAPPKB Kotim Muhammad Akhya Ridzkie, pelayanan itu digelar gratis dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia. Dari 19 peserta yang mendaftar, sebanyak 14 orang dinyatakan memenuhi syarat medis, untuk mengikuti MOW.
“Peserta berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Mentaya Hilir Utara, Cempaga Hulu, Telawang, Cempaga, dan Baamang. Layanan ini kita prioritaskan bagi warga di luar perkotaan,” ujarnya.
Menurut Akhya, tingkat kesadaran masyarakat Kotim terhadap penggunaan kontrasepsi jangka panjang khususnya MOW terus meningkat..
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DPPPAPPKB Kotim Yulia Kartika Sari menjelaskan, MOW merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang umumnya dipilih oleh akseptor yang telah memiliki jumlah anak lebih dari dua, dan tidak cocok dengan metode kontrasepsi lainnya.
“MOW menjadi pilihan tepat bagi perempuan yang memang sudah tidak merencanakan kehamilan. Prosedurnya aman, tidak menimbulkan rasa sakit berlebih, dan peserta dapat langsung pulang setelah operasi apabila tidak ada keluhan,” pungkasnya. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama