Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Rob Masih Hantui Pesisir Kotim, BMKG: Pasang Laut Capai 3 Meter

Usay Nor Rahmad • Kamis, 13 November 2025 | 15:05 WIB
Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat cuaca normal. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, saat cuaca normal. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman banjir rob masih menghantui wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ketinggian pasang air laut di Teluk Sampit dapat mencapai tiga meter, Ju,mat (14/11/2025).

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat, pasang tertinggi diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dengan ketinggian mencapai 3,1 meter, dan kembali naik pada pukul 24.00 WIB mendekati 3 meter.

Sementara itu, air laut terendah terjadi antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB, dengan ketinggian di bawah 1 meter dari permukaan laut rata-rata (Mean Sea Level/MSL).

Kondisi ini diperparah dengan potensi cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan peringatan dini BMKG yang dikeluarkan pada Kamis (13/11/2025) pukul 13.20 WIB, hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah, termasuk Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit di Kotim.

“Pasang tinggi yang berbarengan dengan hujan lebat berpotensi menyebabkan genangan dan banjir rob di kawasan pesisir. Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah rendah dan padat penduduk,” ujar Prakirawan BMKG Kalimantan Tengah dalam keterangan resminya.

BMKG juga memantau potensi meluasnya hujan deras ke wilayah lain seperti Kotawaringin Barat, Kapuas, Katingan, Seruyan, Lamandau, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Timur, hingga Kota Palangka Raya. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Nelayan dan warga pesisir diimbau untuk tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai selama periode pasang tinggi.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta untuk menyiagakan tim tanggap darurat dan memastikan sistem drainase berfungsi baik untuk mengantisipasi banjir rob.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan informasi terbaru dari BMKG dan tidak menyepelekan peringatan dini cuaca,” tambahnya.

Dengan potensi pasang laut yang mencapai tiga meter dan curah hujan tinggi yang masih mendominasi, masyarakat Kotim diminta tetap siaga. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#pantai ujung pandaran #sampit #kotim #banjir rob #pasang laut