Radarsampit.jawapos.com - Mengapa Hari Ayah diperingati? Tak banyak yang tahu bahwa Hari Ayah yang diperingati tiap tanggal 12 November ternyata memiliki kisah yang cukup mengharu biru di balik perayaannya.
Peringatan ini pertama kali muncul bukan semata-mata sebagai bentuk apresiasi untuk para ayah, melainkan berawal dari sebuah tragedi memilukan hati.
Banyak orang hanya ikut-ikutan memberi apresiasi pada ayah-ayah di dunia dengan memberikan mereka hadiah tanpa merasa perlu tahu sejarah Hari Ayah diperingati.
Padahal, dikutip dari Britanica, Hari Ayah bermula tahun 1908. Saat seorang perempuan bernama Grace Golden Clayton mengusulkan diadakannya kebaktian khusus untuk mengenang para ayah yang tewas dalam bencana tambang di Monongah, Virginia Barat.
Kecelakaan itu menewaskan lebih dari 300 pekerja, sebagian besar di antaranya adalah ayah. Dari sinilah, benih awal Hari Ayah mulai tumbuh.
Setahun kemudian, ide untuk memperingati sosok ayah kembali muncul melalui seorang perempuan lain bernama Sonora Smart Dodd dari Spokane, Washington.
Ia terinspirasi setelah mendengar khotbah di Hari Ibu dan merasa bahwa ayah juga pantas mendapatkan penghargaan serupa.
Sonora dibesarkan oleh ayahnya seorang diri—William Jackson Smart, seorang veteran Perang Sipil—setelah ibunya meninggal dunia.
Berkat dukungan gereja dan organisasi pemuda setempat, Hari Ayah pertama resmi dirayakan pada 19 Juni 1910, bertepatan dengan bulan ulang tahun sang ayah.
Meski awalnya dirayakan secara terbatas, peringatan ini perlahan menyebar ke berbagai daerah di Amerika Serikat. Namun, butuh waktu lama sebelum Hari Ayah diakui secara nasional.
Baru pada tahun 1966, Presiden Lyndon B. Johnson mengeluarkan proklamasi yang menetapkan hari Minggu ketiga bulan Juni sebagai Hari Ayah, dan pada tahun 1972, Presiden Richard Nixon menandatangani undang-undang yang menjadikannya hari libur nasional resmi di Amerika Serikat.
Kini, Hari Ayah dirayakan hampir di seluruh dunia dengan waktu yang berbeda-beda. Amerika Serikat, Inggris, Kanada, termasuk Indonesia, dan banyak negara lain memperingatinya pada 12 November.
Sementara negara-negara Katolik seperti Spanyol dan Italia merayakannya pada 19 Maret, bertepatan dengan hari raya Santo Yosef, ayah dari Yesus. Di Thailand, Hari Ayah jatuh pada 5 Desember untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.
Meski sejarahnya lahir dari tragedi, Hari Ayah kini menjadi momentum untuk mengekspresikan kasih sayang dan rasa terima kasih kepada sosok ayah atau figur ayah lainnya, baik itu ayah kandung, kakek, ayah tiri, maupun wali.
Perayaan ini sering diisi dengan memberikan hadiah, kartu ucapan, hingga makan bersama keluarga.
Beberapa orang bahkan mengenakan mawar merah untuk menghormati ayah yang masih hidup, dan mawar putih bagi mereka yang telah tiada.
Dari kisah sedih di tambang Monongah hingga menjadi hari peringatan global, Hari Ayah mengingatkan kita bahwa di balik setiap langkah besar dalam hidup, ada sosok ayah yang bekerja keras, berkorban, dan mencintai tanpa pamrih..Sejarah Peringatan Hari Ayah di Indonesia
Di Indonesia sendiri, Hari Ayah diperingati tiap 12 November diinisiasi oleh paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).
Dikutip dari situs resmi Sahabat Keluarga Kemdikbud, mulanya tahun 2014 PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo dengan cara mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu.
Acara itu pun mendapat berbagai surat yang cukup baik hingga 70 surat terbaiknya dibukukan berupa antologi.
Beberapa surat terbaik tersebut dibacakan oleh peserta yang terdiri dari anak-anak usia SD, SMP, SMA, mahasiswa, serta umum.
Momen tersebut kian mengharukan ketika anak-anak yatim piatu melakukan sungkeman pada ibu-ibu dari Panti Jompo.
Saat acara selesai, panitia penyelenggara dibuat terkejut dengan pertanyaan para peserta yang menanyakan kapan waktu sayembara menulis surat untuk ayah?
"Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi," tutur para peserta waktu itu.
Pertanyaan itulah yang menggugah hati PPID untuk mencari tahu kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia.
PPIP berusaha mencari informasi tentang Hari Ayah secara serius hingga akhirnya melakukan audiensi ke DPRD kota Surakarta dan menanyakan waktu peringatan Hari Ayah di Indonesia.
Saat itu, PPIP tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari para anggota dewan. Setelah telah melalui kajian yang cukup panjang, Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi pun akhirnya mendeklarasikan Hari Ayah di Indonesia diperingati tiap 12 November.
Deklarasi tersebut digabung dengan hari kesehatan dengan mengambil semboyan 'Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya'.
Di hari dan jam yang sama, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT. Dalam pengumuman itu juga diluncurkan buku "Kenangan untuk Ayah" yang berisi 100 surat anak Nusantara yang diseleksi dari Sayembara Menulis Surat untuk Ayah sesuai pertanyaan para peserta Sayembara Menulis Surat untuk Ibu sebelumnya
Usai mendeklarasikan Hari Ayah 12 November, PPIP pun mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru Indonesia yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud dan Pulau Rote.
Setelah rangkaian yang dimulai dari pertanyaan sederhana itulah, setiap tanggal 12 November Indonesia memperingati Hari Ayah. (jpg)