Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Meriahnya Puncak Festival Budaya Babukung 2025 di Lamandau, Karnaval Topeng Jadi Magnet Utama

Ria Mekar Anggreany • Rabu, 12 November 2025 | 12:20 WIB
PUNCAK ACARA: Para penari Bukung dalam penutupan Festival Budaya Babukung 2025, Senin (10/11).
PUNCAK ACARA: Para penari Bukung dalam penutupan Festival Budaya Babukung 2025, Senin (10/11).

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Tiga hari pesta budaya di jantung Lamandau akhirnya mencapai puncaknya.

Festival Budaya Babukung 2025 resmi ditutup pada Senin malam (10/11) di alun-alun kota Nanga Bulik.

Cahaya lampu menyoroti panggung utama, sementara sorak dan tepuk tangan masyarakat menjadi irama penutup yang meriah.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra hadir langsung dalam acara penutupan, didampingi Wakil Bupati Abdul Hamid.

Ratusan warga memadati alun-alun, menyaksikan rangkaian akhir festival yang selama tiga hari penuh menghadirkan kemeriahan budaya, kreativitas, dan kebanggaan lokal.

Acara malam itu dirangkai dengan pengumuman para pemenang berbagai lomba yang digelar selama festival berlangsung. Suasana kian hangat ketika nama-nama pemenang disebut, diiringi sorak gembira dari pendukungnya.

Dalam sambutannya, Rizky mengapresiasi kepada seluruh panitia, khususnya tim EO Merah Putih yang telah sukses menyelenggarakan festival tahun ini.

”Mudah-mudahan tahun depan jauh lebih baik lagi. Kami ingin Festival Babukung kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Semoga tahun depan kita bisa berada di KEN lagi,” ujarnya.

Rizky menambahkan, dengan pengelolaan yang lebih profesional, Festival Babukung akan mampu sejajar dengan festival budaya terbaik di Indonesia.

Harapan ke depan, festival ini tak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan dari sisi kualitas penyelenggaraan dan isi acaranya, agar setiap tahun memberikan pengalaman baru yang lebih berkesan.

Sebagai penutup, prosesi sakral ritual adat “Tangkap Bukung” digelar. Dua tokoh adat tampak memberi makan dan mengikat tongang pada para penari Bukung, simbol perlindungan dan keselamatan bagi mereka.

Ritual ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan festival dengan cara yang penuh makna.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Babukung menampilkan beragam kegiatan budaya. Karnaval topeng menjadi magnet utama, melibatkan peserta dari berbagai kecamatan, desa, kelurahan, serta paguyuban sanggar seni.

Puncak yang paling dinanti tentu adalah pengumuman pemenang karnaval topeng. Tim juri yang diketuai Ivan Fhanany, bersama tim dari Jember Fashion Carnaval (JFC), mengumumkan hasil penilaian mereka pada malam penutupan.

”Untuk kategori kecamatan, terbaik pertama diraih oleh Kecamatan Lamandau dengan nilai 221,5. Terbaik kedua Kecamatan Batang Kawa dengan nilai 206,5. Terbaik ketiga Kecamatan Belantikan Raya dengan nilai 203, dan terbaik keempat Kecamatan Delang dengan nilai 200,” ungkap Ivan Fhanany.

Untuk kategori desa, rinciannya terbaik 1 Desa Ginih, Kecamatan Batang Kawa; terbaik 2 Desa Liku, Kecamatan Batang Kawa; terbaik 3 Desa Samu Jaya, Kecamatan Lamandau; terbaik 4 Desa Lopus, Kecamatan Delang.

Sementara untuk kategori paguyuban dan sanggar seni, predikat terbaik pertama jatuh kepada Laman Kreatif, disusul Sanggar Laman Basega, Paguyuban Batak Dosniroha, dan Paguyuban Flobamora.

Para pemenang berhak mendapatkan hadiah serta penghargaan atas partisipasi dan kreativitas mereka dalam memeriahkan Festival Babukung 2025.

”Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan seni budaya daerah dan berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang,” kata Ivan Fhanany. (mex/ign)

Editor : Gunawan.
#lamandau #Festival Babukung