Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Makam Salah Satu Penerjun Pertama RI Dipindah ke Palangka Raya. Berikut Kisah Singkat Perjuangannya

Agus Jaka Purnama • Selasa, 11 November 2025 | 21:40 WIB
PAHLAWAN: Makam pejuang kemerdekaan, Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, setelah dipindahkan ke TMP Sanaman Lampang, Palangka Raya, baru-baru tadi.
PAHLAWAN: Makam pejuang kemerdekaan, Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, setelah dipindahkan ke TMP Sanaman Lampang, Palangka Raya, baru-baru tadi.

KAPUAS, radarsampit.jawapos.com - Makam seorang pejuang kemerdekaan, yakni Letnan Muda Udara Dua Cornelius Willem, telah dipindahkan dari PU Kristen Kelurahan Barimba, Kecamatan Kapuas Hilir ke TMP Sanaman Lampang Palangka Raya, Minggu (9/11).

Pemindahan dilakukan Komando Daerah TNI Angkatan Udara I Pangkalan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun, bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Pelepasan dalam proses pemindahan berlangsung khidmad dan penuh haru di hadapan seluruh keluarga dan undangan yang hadir.

Jasad Cornelius selanjutnya dibawa ke Kota Palangka Raya, dan disemayamkan di cagar budaya rumah Pahlawan Nasional almarhum Tjilik Riwut di Jalan Jenderal Sudirman Palangka Raya. Selanjutnya dimakamkan kembali dengan upacara khusus.

“Beliau merupakan penerjun pertama dalam Operasi Militer 1 di daerah operasi Kotawaringin,” kata Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno di sela pemindahan makam, dikutip dari Antara.

Dijelaskannya, sosok Cornelius berjasa dalam perjuangan bangsa Indonesia, dalam mempertahankan kemerdekaan. Sehingga atas inisiasi dari Komando Daerah TNI Angkatan Udara I Pangkalan TNI AU Iskandar yang berkedudukan di Pangkalan Bun, maka Pemprov Kalteng, melalui Dinas Sosial dan Dinsos Kabupaten Kapuas memfasilitasi pemindahan makam Almarhum. 

Sementara itu, cerita singkat perjuangan heroik mendiang,  Cornelius Willem lahir di Kuala Kapuas pada 5 November 1926 lalu dan wafat pada 14 Desember 1989, karena sakit. 

Cornelius Willem merupakan salah satu pelaku sejarah dalam peristiwa Operasi Penerjunan Pertama Republik Indonesia di Kotawaringin yang dilakukan oleh 13 pemuda Kalimantan. Mereka adalah Iskandar Durauf, M Dachlan, Johannes Bitak, Cornelius Willem, J Darius, Achmad Kosasih, M Bachrie, Ali Akbar, Mika Aminuddin, Imanuel Nuhan dan Morawi. Kemudian, dua orang ahli telegraph yaitu Harry Hadisumantri dan F.M. Soejoto.

Penerjunan itu dilakukan pada 17 Oktober 1947 dengan menggunakan pesawat C-47 Skytrain/Dakota RI-002, yang dipiloti oleh Robert "Bob" Earl Freeberg warga kebangsaan Amerika.

Peristiwa heroik banyak terjadi ketika itu. Antara lain para penerjun dilatih dengan singkat dan menggunakan parasut bekas peninggalan Belanda dan Jepang. Namun dengan semangat pantang menyerah dan demi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, mereka tetap bertekad untuk membuka Dropping Zone dan mendirikan stasiun pemancar radio. Hal itu untuk membantu perjuangan rakyat Kalimantan dalam mengusir penjajah.

Penerjunan pertama Republik Indonesia  itu pun dilakukan di Kotawaringin (Tepatnya di Desa Sambi, Kotawaringin Barat) pada 17 Oktober 1947. Operasi ini lah merupakan cikal bakal berdirinya Korp Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara.

Setelah melaksanakan operasi penerjunan pertama itu, Cornelius Willem kembali, kemudian ditangkap oleh tentara Belanda pada 27 Nopember 1947 dan ditahan di Nusakambangan hingga 5 Desember 1949. Setelah bebas dari tahanan Belanda di Nusakambangan, Cornelius Willem kembali ke AURI di Yogyakarta.(ant/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama