SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai merangkak naik.
Salah satu yang paling terasa adalah harga cabai yang kembali menanjak tajam di sejumlah pasar tradisional.
Kenaikan harga ini dikhawatirkan menjadi awal dari tren lonjakan bahan pangan yang biasa terjadi setiap akhir tahun.
Pasalnya, cabai merupakan komoditas utama dalam kebutuhan dapur dan memengaruhi harga berbagai masakan di tingkat pedagang kecil hingga rumah makan.
Pantauan Radar Sampit, menunjukkan harga cabai merah besar kini mencapai Rp35 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp28 ribu –Rp30 ribu.
Cabai merah keriting menembus Rp38 ribu per kilogram, sementara cabai rawit hijau dijual sekitar Rp36 ribu per kilogram.
“Biasanya kalau sudah mendekati Natal dan Tahun Baru, harga memang suka naik. Stoknya agak berkurang dari pemasok,” kata Yanti, pedagang cabaoi di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit, Ahad (9/11/2025).
Kenaikan ini tidak hanya dikeluhkan pedagang, tetapi juga warga yang mulai merasakan dampak pada pengeluaran rumah tangga.
“Cabai sudah naik, nanti yang lain ikut naik juga. Belanja makin berat,” ujar Yuni, seorang ibu rumah tangga di Baamang.
Pada Oktober lalu, cabai merupakan salah satu komoditas yang memberikan andil dalam kenaikan harga atau inflasi di Sampit.
Cabai termasuk dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan tertinggi, yakni 3,70 persen, bersama beberapa bahan pangan lainnya seperti beras dan daging ayam.
Masyarakat berhar dinas terkait segera melakukan pemantauan pasar dan memastikan pasokan cabai aman menjelang masa libur panjang akhir tahun.
Momen perayaan seperti Natal dan Tahun Baru memang kerap dimanfaatkan spekulan untuk mencari keuntungan lebih, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap permintaan tinggi seperti cabai.
Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pengawasan agar harga tidak terus melambung. (oes)
Editor : Slamet Harmoko