SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (6/11/2025) sore.
Setelah sebelumnya merusak atap salah satu minimarket di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, ternyata atap kanopi Puskesmas Pundu di Kecamatan Cempaga yang mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
"Atap Puskesmas Pundu juga terkena dampak angin kencang," ungkap Nur Rita, salah seorang warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, melaporkan bahwa pihaknya memantau peristiwa di Pelantaran.
Hantaman angin dengan kecepatan mencapai 56 kilometer per jam berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, menyebabkan atap bangunan minimarket terlepas dan menimpa rumah warga di belakangnya.
”Akibat kejadian itu, bangunan minimarket mengalami kerusakan pada atap seluas 15 x 10 meter dengan estimasi kerugian mencapai Rp60 juta. Sementara rumah warga atas nama Widia Rahma di RT 07 RW 04 juga mengalami kerusakan pada bagian atap, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta,” jelas Multazam dalam laporan resmi kaji cepat BPBD Kotim.
Multazam menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tim dari BPBD bersama Bhabinkamtibmas Desa Pelantaran dan Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pemantauan di lapangan karena hujan gerimis sempat menghambat proses pengecekan.
”Pemilik ruko bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat lepasnya atap bangunan. Sementara situasi di lokasi kejadian saat ini aman dan kondusif,” ujarnya.
Selain di Pelantaran, BPBD juga menerima laporan kerusakan pada bagian atap kanopi Puskesmas Pundu, Kecamatan Cempaga.
Kerusakan tersebut diduga akibat hembusan angin kencang yang terjadi hampir bersamaan. Petugas telah melakukan penanganan sementara untuk mencegah risiko lebih lanjut.
BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih bisa terjadi hingga Februari 2026.
”Kami mengimbau warga berhati-hati, terutama di sekitar bangunan tinggi, baliho, serta pepohonan rindang yang berisiko tumbang saat angin kencang,” pungkas Multazam. (oes)
Editor : Slamet Harmoko