Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ular Masuk Rumah Marak Lagi di Palangka Raya

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 4 November 2025 | 20:55 WIB
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat menangkap salah satu anak Ular Piton, yang bersembunyi di dalam rumah warga,baru-baru tadi
Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya saat menangkap salah satu anak Ular Piton, yang bersembunyi di dalam rumah warga,baru-baru tadi

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Kehadiran binatang melata di lingkungan rumah warga masih sering terjadi di Palangka Raya. Baru-baru tadi di dua lokasi berbeda, di kawasan Jalan Yos Sudarso dan di Jalan Kartini. Masing-masing berupa anak Ular Piton sepanjang 80 sentimeter lebar3/4 inci, dan juga seekor anak Ular Piton panjang 90 sentimeter lebar 3/4inci.

Tim rescue pemadam kebakaran (Damkar) Palangka Raya pun meluncur ke dua lokasi itu, setelah mendapat laporan warga. Koordinator tim Sucipto mengungkapkan, pada rumah warga di Jalan Yos Sudarso, ular ditemukan bersembunyi di lipatan pakaian dengan perut besar. Diduga baru saja memangsa tikus.

Petugas pun menangkap anak ular itu dengan penjepit khusus, kemudian dimasukan ke karung untuk dilepasliarkan ke lokasi jauh dari pemukiman warga.

Kemudian di rumah warga di Jalan Kartini, Sucipto mengungkapkan ular ditemukan bersembuyi di samping tabung gas 3 kilogram, dan selanjutnya dievakuasi sama seperti ular sebelumnya.

 “Kemungkinan besar ular masuk melalui saluran air dan semak pohon pisang di sekitar rumah. Biasanya ular-ular ini mencari tikus sebagai mangsa. Jika di rumah banyak tumpukan barang atau sisa makanan, tikus akan datang, lalu diikuti predatornya seperti ular atau biawak,” ujar Sucipto, Selasa (4/11).

Menurutnya, perubahan lingkungan dan curah hujan tinggi turut memengaruhi pergerakan satwa liar di kawasan perkotaan. Saat kenyang, ular cenderung bersembunyi di tempat lembab dan aman, bahkan bisa di sekitar rumah warga. Namun ketika lapar, hewan tersebut keluar mencari mangsa, termasuk tikus atau bahkan ternak kecil milik warga.

Sucipto pun mengimbau warga untuk lebih waspada di musim hujan karena potensi kemunculan hewan liar seperti ular dan biawak meningkat, akibat perubahan ekosistem dan lingkungan yang semakin sempit bagi habitat mereka.

“Kemunculan hewan liar itu menambah daftar kasus serupa yang marak terjadi belakangan ini, terutama di musim hujan. Saat ini perubahan lingkungan dan curah hujan tinggi turut memengaruhi pergerakan satwa liar di kawasan perkotaan. Jadi selalu wasspda,” pungkasnya. (daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#biawak #ular piton #PALANGKA RAYA #tim rescue damkar palangka raya #Binatang Melata #Jalan Yos Sudarso #ular kobra #Sucipto #Jalan Kartini