SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengebut perbaikan infrastruktur jalan di 17 kecamatan.
Sebanyak 67 titik ruas jalan segera diperbaiki dan ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Kepala Bidang Bina Marga Nur Aina mengatakan, sebagian besar paket kegiatan telah selesai proses lelang sejak September.
”Sisanya masih berproses. Target kami semua kegiatan mulai berkontrak kerja minggu ini,” kata Aina, Senin (3/11).
Dari total 67 kegiatan yang didanai APBD Perubahan, delapan di antaranya menjadi prioritas dengan anggaran terbesar.
Salah satunya proyek pengaspalan Jalan Pramuka sepanjang 2,1 kilometer senilai Rp10 miliar menggunakan metode Cement Treated Base (CTB) yang memadukan material baru dan daur ulang untuk mempercepat pengerjaan.
Selain itu, perbaikan Jalan Bengkirai berupa penimbunan agregat sepanjang 1,6 kilometer menelan biaya Rp3 miliar, dan pengaspalan Jalan Lesa Parenggean sepanjang 920 meter dengan anggaran sama.
Jalan Anggur III juga diperbaiki sepanjang 525 meter-250 meter dikerjakan rigid pavement dan 275 meter overlay aspal, dengan anggaran Rp1,95 miliar.
Kemudian, Jalan Nyai Enat akan diaspal sepanjang 655 meter dengan anggaran Rp3,5 miliar, Jalan Samudera Kotabesi sepanjang 510 meter (Rp1,5 miliar), Jalan Wengga Metropolitan sepanjang 350 meter (Rp1,35 miliar), serta Jalan Jenderal Sudirman km 14 menuju TPA sepanjang 400 meter (Rp1,2 miliar).
”Pekerjaan segera dimulai bulan ini dan ditargetkan selesai Desember. Sebagian besar yang sudah berkontrak mulai melakukan pengukuran jalan,” ujarnya.
Selain dari APBD Perubahan, perbaikan jalan juga menggunakan dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp38 miliar yang mencakup 214 kegiatan tersebar di seluruh kecamatan.
Rinciannya, 61 kegiatan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, 68 di Baamang, 7 di Seranau, 13 di Mentaya Hilir Utara, 21 di Mentaya Hilir Selatan, 8 di Teluk Sampit, 7 di Pulau Hanaut, 2 di Telawang, 4 di Cempaga, 7 di Cempaga Hulu, 9 di Parenggean, 2 di Tualan Hulu, dan 5 di Bukit Santuai.
”Rekonstruksi perbaikan jalan dari dana pokir ini masuk dalam paket APBD murni yang tidak mengalami perubahan,” jelas Aina. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.