NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - DPO Polres Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat yang berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Lamandau ternyata buronan yang sangat berbahaya. Catatan kriminalnya cukup panjang dan pernah dua kali menghilangkan nyawa korbannya.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono melalui kasat reskrim nya, AKP John Digul membeberkan bahwa terduga pelaku menjadi DPO lebih dari sebulan setelah melakukan pencurian dengan kekerasan di perumahan karyawan PT Cipta Usaha Sejati (PT CUS) di Dusun Pangkalan Tawak Desa Lubuk Batu Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Provinsi kalimantan Barat pada Sabtu 6 September 2025 lalu.
Saat itu sekitar pukul 03.00 WIB dinihari pelaku Kor Nain alias Kor masuk ke mess karyawan perusahaan. Namun korbannya seorang wanita berinisial MW terbangun dan memergoki pelaku.
Karena korban melakukan perlawanan, akhirnya pelaku menghabisi nyawa korbannya dan membawa kabur beberapa handphone serta sebuah sepeda motor vario.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuh terdapat luka tusuk benda tajam pada bagian leber sebelah kanan, dada sebelah kanan, tangan sebelah kanan dan paha sebelah kanan .
"Sejak itu terduga pelaku kabur dan menjadi buron, hingga terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Lamandau," ungkap Kasat Reskrim.
Namun ternyata ini bukan kejahatan yang pertama kalinya. Dari keterangan yang disampaikan oleh salah satu anggota Satreskrim Kayong Utara, pelaku merupakan seorang residivis yang cukup sering keluar masuk penjara.
"Residivis, pada tahun 2014 dia pernah melakukan pembunuhan terhadap anggota Polres Ketapang. Setelah bebas, tahun 2022 kembali dipenjara karena melakukan pencurian emas. Dan 6 September lalu kembali melakukan pencurian hingga menghilangkan nyawa korban," bebernya.
Di sejumlah media sosial juga beredar foto pelaku yang terbaring di kasur RSUD dengan kaki bekas luka tembak. Netizen mengaku geram dengan pelaku yang sempat membuat resah warga dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
" Untung cuma ditembak kakinya, harusnya ditembak mati sekalian," ungkap warga. (mex/sla)
Editor : Slamet Harmoko