radarsampit.jawapos.com- Situasi panas dan keributan terjadi antara sejumlah pemain Real Madrid dan Barcelona, setelah laga sengit La Liga 2025/2026 bertajuk El Clasico di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Senin (27/10) dini hari WIB atau Minggu (26/10) waktu setempat.
El Clasico pertama musim 2025/2026 itu, diwarnai bentrok fisik dan adu mulut singkat terjadi setelah wasit Cesar Soto meniup peluit panjang. Sebagai pengukuhan keunggulan tipis 2-1 tuan rumah Real Madrid atas rival abadinya di La Liga, FC Barcelona. Situasi itu seolah mengulang seteru panas di musim 2011 silam.
Sebelum keributan usai laga, pemain Real Madrid Vinicius Jr tampak kesal ketika diganti sang pelatih Real Madrid Xabi Alonso. Nampaknya luapan kekesalan itu terasa sampai akhir laga, ketika pemain timnas Brasil itu terlibat dalam keributan dengan pemain Barcelona, Lamine Yamal.
Sikap Vini tampaknya terpicu oleh gestur tangan rekannya Dani Carvajal yang seakan akan meminta rekannya sesama pemain timnas Spanyol yakni Lamine Yamal agar tak banyak bicara. Tak lama kemudian pemain Real Madrid lainnya yakni Courtois ikut datang untuk menegur, dan situasi pun mulai memanas,” tulis jurnalis Ángel Pérez dalam laporannya. Keributan makin membesar setelah Courtois dan Vinicius Jr ikut bergabung.
Sementara itu, emosi pemain Los Blancos itu nampaknya dipicu komentar Lamine Yamal di sebuah podcast sebelum pertandingan. Menurut Sports Illustrated, pemain muda Barcelona itu sempat menyindir Real Madrid dengan nada bercanda. Ia menyinggung soal “keuntungan Madrid dari keputusan wasit. Ucapan itu ternyata memancing reaksi panas di Madrid.
Saat keributan itu, beberapa pemain Madrid lainnya seperti Rudiger dan Alaba (dibangku Cadangan) juga terlihat mendekat ke Lamine Yamal. Tak tinggal diam, para pemain Barcelona langsung bereaksi membela Lamine Yamal. Nampak seperti Raphinha dan Cubarsí ikut mendorong mundur pemain Madrid yang semakin mendekat.
Teriakan adu mulut dan dorong-dorongan pun tak terhindarkan, meski situasi tidak sampai berujung pada perkelahian fisik serius.
“Para pemain Barça melindungi rekan mereka yang masih muda. Setelah beberapa dorongan dan teriakan, situasi berhasil diredam sebelum membesar,” tambah laporan tersebut.
Namun rupanya situasi tak mereda begitu saja. Vinicius Jr justru kembali menyulut emosi dengan berteriak dari kejauhan ke arah Lamine Yamal, dan pemain muda ini Nampak meladeni teriakan itu, seolah mengajak berkelahi di luar lapangan.
“Vinicius berteriak sesuatu ke arah Yamal, dan itu membuat para pemain cadangan kembali bangkit dari bangku. Namun staf pelatih cepat memisahkan mereka,” ungkap sumber di lapangan.
Sementara itu Xabi Alonso menyikapi dingin situasi tersebut. Ia melihat insiden itu sebagai bagian yang wajar dari rivalitas sengit.
Menurutnya benturan emosional itu adalah hal yang lumrah dalam pertandingan berintensitas tinggi.
“Tidak perlu terlalu khawatir atas benturan yang sehat, penuh rasa hormat, dan wajar,” kata Alonso, dikutip dari laman resmi Real.
Ia menambahkan, bahwa insiden tersebut murni hanya luapan ketegangan karena skor yang sangat ketat dalam laga krusial.
Dalam El Clasico ini, gol kemenangan Real Madrid dicetak oleh Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, sedangkan gol Barcelona dicetak oleh Fermin Lopez.
Laga berlangsung intens sejak awal dengan Madrid nyaris dapat penalti pada menit kedua, namun dianulir. Gol Kylian Mbappe juga kembali dianulir 10 menit berselang.
Real Madrid benar-benar unggul pada menit ke-22 lewat Mbappe, yang langsung dibalas Barcelona melalui Fermin Lopez pada menit ke-38. Jude Bellingham mengembalikan keunggulan Madrid jelang babak pertama berakhir. Hasil itu pun mengukuhkan Los Blancos dipuncak klasemen La Liga 2025/2026 dengan 27 poin, selisih 5 poin dari Barcelona di peringkat kedua.
Selanjutnya, Real Madrid dijadwalkan akan menjamu Valencia dalam laga kandang pada hari Minggu, 2 November 2025 mendatang. Laga tersebut akan menjadi pembuka penting bagi perjalanan panjang mereka selama bulan November. (int/jpc/gs)
Editor : Agus Jaka Purnama