SAMPIT, radarsampit.jawapos.om – Upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam menata Depo Sampah Sahati 04 Baamang mulai menunjukkan hasil. Setelah salah satu pintu depo ditutup, bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga kini jauh berkurang.
Kini, depo hanya membuka satu pintu di sisi timur, sementara pintu selatan ditutup permanen. Langkah sederhana ini terbukti efektif mengurangi bau dan kelembapan di sekitar area depo.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar depo pun mengaku kondisi lingkungan kini jauh lebih baik.
“Dibanding sebelumnya, sekarang jauh lebih nyaman dan tidak terlalu bau. Jauh berkurang. Selain itu, jalan juga tidak terlalu lembap lagi,” ujar Fahmi Hidayat, Kamis (23/10).
Kepala DLH Kotim Marjuki, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan langsung ke lokasi Depo Sahati 04, yang terletak di samping SMP Negeri 3 Sampit. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pengelolaan sampah tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dan proses belajar mengajar di sekolah.
“Kita selalu rutin melakukan pemantauan langsung ke lokasi Depo Sampah Sahati 04 di samping SMP Negeri 3 Sampit. Kegiatan ini merupakan upaya mencari solusi terbaik agar fungsi depo tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah,” jelas Marjuki.
Ia menegaskan bahwa penataan depo bukan tentang menutup atau memindahkan lokasi, melainkan bagaimana mendorong tatakelola sampah agar lebih baik dan berkelanjutan.
“Enggak usah bicara penutupan depo atau dipindah. Tapi bagaimana mendorong tatakelola sampah agar lebih baik,” tegasnya.
Menurut Marjuki, sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama menjaga keseimbangan antara pengelolaan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
“Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pengelolaan lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Dengan langkah penataan ini, warga berharap kondisi lingkungan di sekitar Depo Sahati 04 semakin bersih dan tidak lagi menimbulkan bau menyengat, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar di sekolah dapat berjalan dengan nyaman.(oes)
Editor : Slamet Harmoko