PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Dari total 94 Koperasi Merah Putih (KMP) yang terbentuk di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), hingga kini sebanyak 16 koperasi telah mulai beroperasi.
Meski belum mencapai separuh dari jumlah keseluruhan, capaian ini dinilai menunjukkan arah positif terhadap upaya pemerintah mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui gerakan koperasi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kobar Alfan Khusnaini menjelaskan, 94 koperasi tersebut terdiri atas 81 koperasi desa dan 13 koperasi kelurahan.
Dari jumlah itu, lima koperasi telah aktif menjalankan usaha, sedangkan sebelas lainnya masih dalam tahap persiapan operasional.
“Lima koperasi yang sudah berjalan antara lain berada di Kelurahan Sidorejo, Desa Pasir Panjang, Bumiharjo, Medangsari, dan Pangkalan Tiga. Jenis usaha yang dijalankan meliputi pengadaan sembako, angkutan CPO, serta pengadaan bibit pisang,” ujar Alfan, Kamis (23/10).
Ia menambahkan, sebelas koperasi yang masih dalam proses terdiri dari satu koperasi di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, yang merupakan binaan Kejaksaan Negeri Kobar, serta sepuluh koperasi binaan Kodim 1014/Pangkalan Bun. Seluruh koperasi Merah Putih tersebut telah memiliki badan hukum yang sah, namun sebagian masih menentukan jenis usaha sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Pada prinsipnya, semua koperasi sudah siap secara legalitas. Kendalanya hanya pada penentuan jenis usaha yang tepat agar koperasi dapat berjalan produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Meski masih dalam tahap awal, Alfan optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih akan mendongkrak perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, serta memperkuat semangat gotong royong. Namun, keberhasilan koperasi tetap bergantung pada manajemen yang baik dan pengawasan yang konsisten,” tutupnya. (sam/yit)
Editor : Heru Prayitno