SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Peredaran uang palsu di Sampit kembali meresahkan. Seorang pedagang di Jalan DI Panjaitan, Sukma (40), mengaku berulang kali menjadi korban pembeli yang bertransaksi menggunakan uang palsu pecahan Rp100 ribu.
”Sudah berapa kali ketahuan, tapi nyatanya mereka tetap saja kembali lagi ke warung saya berbelanja pakai uang palsu,” ujar Sukma, Rabu (22/10).
Sukma mengungkapkan, aksi para pelaku biasanya terdeteksi saat dirinya memeriksa uang pembayaran menggunakan alat pendeteksi uang palsu. Dari sana, sering kali terungkap lembaran Rp100 ribu yang tidak asli.
”Kalau pakai alat itu ketahuan mana yang asli dan palsu. Setiap ketahuan, uangnya saya kembalikan dan saya bilang mereka tidak bisa belanja pakai uang itu,” katanya.
Dia menduga peredaran uang palsu di Sampit semakin marak dan terorganisir. Kondisi ini membuat pedagang kecil menjadi pihak paling dirugikan. Sukma pun berharap aparat segera bertindak.
”Kalau ini terus terjadi bisa bahaya. Nanti para pelaku bisa bebas melancarkan aksinya mengedarkan uang palsu,” katanya. (sir/ign)
Editor : Gunawan.