Setelah hampir tiga dekade berkarier di dunia pembiayaan, Ismanadi memilih babak baru dalam hidupnya. Dia menantang diri memimpin perusahaan air minum daerah. Sebuah perjalanan baru yang sama sekali berbeda dari pengalaman sebelumnya.
HENY, radarsampit.jawapos.com
Nama Ismanadi belum lama familiar di kalangan publik Sampit. Ia baru saja dilantik Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, pada Rabu (8/10). Ia menepis anggapan bahwa posisi itu diperoleh melalui relasi.
”Kalau ada yang mengira saya orang dekat bupati, sama sekali tidak. Bupati tidak mengenal saya dan baru mengenal saya ketika saya dilantik beliau minggu lalu,” ujarnya.
Kepastian itu muncul setelah ia melalui rangkaian seleksi yang dilaksanakan pada Juni lalu, yakni uji kompetensi, psikolog, dan wawancara oleh Tim Penguji Universitas Airlangga (Unair).
Ismanadi termasuk satu dari lima kandidat yang lolos seleksi administrasi periode 26 Juni–4 Juli 2025. Empat pesaing lain berasal dari internal Perumdam dan kalangan umum, di antaranya Edy Dyufriadi, Rahmat Pansuri, Rahmatnoor, dan Gahara.
Proses seleksi mengikuti ketentuan PP 54 Tahun 2017 tentang BUMD dan Permendagri Nomor 118 Tahun 2018.
Syarat yang harus dipenuhi antara lain minimal pendidikan S-1, rentang usia 35–55 tahun, dan berkas pendukung seperti KTP, akta kelahiran, NPWP, CV yang memuat pengalaman kerja, ijazah terakhir, serta keterangan bebas narkoba dan SKCK.
Calon juga harus membuktikan tidak pernah merugikan negara, tidak menjadi pengurus partai politik, dan tidak memiliki hubungan kekeluargaan dengan pengurus BUMD.
Melihat kriteria tersebut, Ismanadi yakin penilaian tim penguji berjalan objektif.
”Melihat dengan beberapa syarat dan kriteria ini membuat saya yakin, dengan berbekal pengalaman di bidang pembiayaan dan managerial tata kelola perusahaan, menjadi dasar tim penguji memberikan penilaian secara objektif,” ucapnya pria yang meraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen dari STIE Malang Kucecwara pada 1995 ini.
Meski latar belakangnya di pembiayaan, Ismanadi melihat relevansi yang kuat antara pengalaman lama dan tugas barunya di Perumdam.
”Saya merasa pekerjaan ini relate dengan pekerjaan yang dulu. Jika sebelumnya saya mengurusi layanan terhadap nasabah, di Perumdam Tirta Mentaya Sampit saya mengurusi layanan pelanggan. Walaupun ini pengalaman baru, saya akan berusaha maksimal meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan,” ujarnya, menegaskan niatnya memindahkan keterampilan layanan ke ranah pelayanan publik.
Kariernya bermula pada 1997 sebagai staf lapangan di PT Federal International Finance (FIF) Grup, anak usaha Astra yang bergerak di pembiayaan.
Jabatan demi jabatan diembannya, di antaranya supervisor kredit dan marketing (1999), Kepala Unit FIF Cabang Pangkalan Bun (2002), Kepala Unit FIF Riau (2003–2009) yang menempatkannya berpindah-pindah ke Pekanbaru, Rengat, Ujung Batu, Siak, hingga Perawang pada 2008.
Perjalanan itu sempat terhenti saat kerusuhan Sampit pada Februari 2001; perusahaan tidak beroperasi hingga akhir tahun. Rindu kampung halaman membawa Ismanadi kembali ke Sampit.
Dia mencoba peran baru sebagai kepala cabang dealer dan di beberapa perusahaan pembiayaan lokal. Namun, panggilan karier membawanya kembali bertugas di berbagai daerah Kalimantan.
Dinamika dan Prestasi
Sejak 2012, Ismanadi tercatat memimpin cabang-cabang di perusahaan pembiayaan berbeda, yakni MNC Finance di Palangka Raya (2012–2016), PT Mitra Pinasthika Mustika Finance Cabang Sampit (2016–2018), hingga promosi menjadi Kepala PT MPM Wilayah Kalimantan sampai 2024.
Terakhir, sebelum kembali ke dunia birokrasi, ia menjabat Manager Collection BNI Finance Wilayah Kalimantan pada Maret–Juni 2025.
Perjalanan 28 tahun itu tak kosong prestasi. Ia beberapa kali meraih penghargaan Best Performance: penghargaan di Suzuki Finance yang membawanya tour ke Korea Selatan (2011), prestasi serupa di PT MPM yang memberi tiket ke Thailand (2017), hingga hadiah tour ke tujuh negara di Eropa (2018).
Pada 2022 dan 2023, prestasi membawanya ke Jepang, Eropa, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan negara lain. Buah dari kerja keras yang konsisten.
Ada pula momen ketika ia mencoba usaha mandiri. Pada 2016, ia berhenti dan membuka usaha agen suplier sembako, yang hanya bertahan empat bulan. Keputusan itu menegaskan, baginya, kembali ke jalur profesional di perusahaan pembiayaan menjadi pilihan yang lebih stabil.
Kursi Baru, Tantangan Baru
Kini, kursi Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit menanti langkahnya. Untuk Ismanadi, jabatan itu bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar terhadap layanan publik, yakni pengelolaan air yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Dia menegaskan komitmen meningkatkan pelayanan pelanggan, menempatkan pengalaman layanan sebagai fondasi kerja barunya.
Perjalanan Ismanadi menunjukkan bahwa perubahan karier pada usia matang bukan akhir, melainkan kesempatan baru untuk menerapkan pengalaman lama pada ranah yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Dengan kombinasi rekam jejak, proses seleksi yang transparan, dan tekad untuk menata layanan pelanggan, ia menatap tantangan baru dengan pijakan yang tak goyah. (***/ign)
Editor : Gunawan.