Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN Kunjung Lampuyang Belajar di Tenda Darurat

Usay Nor Rahmad • Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:23 WIB

 

Tenda darurat yang didirikan BPBD Kotim untuk tempat belajar sebagian SISWA SDN Kunjung Lampuyang yang terendam banjir rob, Kamis (16/10/2025) (Muhardi untuk Radar Sampit)   
Tenda darurat yang didirikan BPBD Kotim untuk tempat belajar sebagian SISWA SDN Kunjung Lampuyang yang terendam banjir rob, Kamis (16/10/2025) (Muhardi untuk Radar Sampit)  

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas belajar di SDN Kunjung Lampuyang, Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terpaksa berlangsung di bawah tenda darurat.

Langkah ini diambil menyusul terendamnya bangunan sekolah akibat banjir rob yang melanda wilayah pesisir selatan Kotim sejak awal pekan.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena selain genangan air yang belum surut, di sekitar sekolah juga kerap muncul buaya muara yang dikhawatirkan bisa masuk ke area pemukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan bahwa proses belajar mengajar sementara digeser dari bangunan utama sekolah ke lokasi aman di seberang jalan.

Dua rombongan belajar, yaitu kelas 1 dan 2, kini menempati tenda berukuran 4 x 6 meter yang dipasang di halaman rumah warga.

“Rumah milik Pak Samsudin, salah satu guru di desa itu, bersedia dijadikan kelas darurat. Halamannya cukup luas dan aman dari genangan. Kami berterima kasih kepada pemilik rumah serta Pemerintah Kabupaten Kotim yang telah memfasilitasi,” ujar Multazam, Kamis (16/10/2025).

Dari total 73 siswa, belum seluruhnya dipindahkan. Sementara kelas 3 hingga 6 masih belajar di bangunan asal, dengan pengawasan ketat dari guru dan warga setempat.

Menurut Multazam, relokasi sementara dilakukan bukan hanya karena ruang kelas terendam air hingga setinggi 25 sentimeter, tetapi juga karena adanya ancaman predator buaya muara yang beberapa kali terlihat di sungai dekat sekolah.

“Tadi malam kami sudah membicarakan penanganan darurat bersama pihak sekolah. Kami juga menyiapkan bahan untuk membuat barikade sementara di sekitar sekolah agar aman dari ancaman buaya,” katanya.

Sebelumnya, BPBD Kotim melaporkan bahwa seekor buaya berukuran sekitar tiga meter sempat terlihat melintas di sungai depan sekolah, sehingga warga memasang papan peringatan di sekitar area.

Multazam menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kotim untuk memastikan keselamatan para pelajar dan guru selama banjir masih melanda.

“Kami juga sudah sampaikan agar sekolah-sekolah di wilayah rawan rob mendapat perhatian khusus,” ujarnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir #tenda darurat #SDN Kunjung Lampuyang