SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Seekor lutung diduga menjadi korban tabrak lari kendaraan di sekitar Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Perilaku satwa yang terluka itu membuat warga terkejut.
Hewan tersebut tampak seperti meminta tolong dengan menggerakkan tangannya, hingga akhirnya dievakuasi warga ke Markas Komando (Mako) Disdamkarmat Kotim untuk mendapatkan pertolongan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Febbry, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, lutung itu dibawa warga pada Rabu malam (15/10/2025) selepas salat magrib, setelah ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan luka di tubuhnya.
“Kami mendapatkan informasi dari warga yang menemukan lutung dalam kondisi terluka dan dibawa langsung ke Mako Disdamkarmat Kotim untuk dibantu evakuasi. Pada tubuh hewan tersebut terdapat luka, kemungkinan akibat tertabrak,” jelas Febbry.
Febbry menambahkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Animal Rescue Sampit dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit untuk penanganan lebih lanjut.
“Informasi dari warga, hewan itu seperti minta tolong, menggerakkan tangannya. Karena kasihan, warga akhirnya membawanya ke kami. Saat ini kami koordinasi dengan Animal Rescue dan BKSDA untuk tindak lanjut,” tambahnya.
Setelah diserahkan ke tim Animal Rescue Sampit, lutung tersebut langsung dibawa ke Klinik Dokter Rusdi, yang dikenal menangani berbagai satwa endemik Kalimantan seperti orangutan, bekantan, dan lutung.
Aktivis Animal Rescue Sampit, Harry, mengatakan bahwa proses evakuasi dan perawatan berjalan lancar.
“Setelah serah terima dari Disdamkarmat, kami geser ke klinik Dokter Rusdi. Dokter melakukan tindakan bius dan penjahitan luka. Kata dokter, masa pemulihan sekitar 3–4 hari. Kalau trombositnya masih rendah, akan tetap dikarantina dulu,” jelas Harry.
Saat ini lutung tersebut masih dalam pengawasan medis di klinik, dan rencananya akan dirilis kembali ke habitat alaminya setelah dinyatakan pulih dan layak dilepasliarkan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko