Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir di Desa Lampuyang Belum Surut, Buaya 3 Meter Muncul di Sekitar Sekolah

Usay Nor Rahmad • Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:11 WIB

 

Banjir merendam SDN Kunjung Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (15/10/2025).   
Banjir merendam SDN Kunjung Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (15/10/2025).  

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Genangan air di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum juga surut hingga Rabu (15/10/2025). Bahkan, ketinggian air dilaporkan meningkat dibanding awal pekan.

Aktivitas belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kunjung Lampuyang pun tetap berlangsung meski lantai sekolah masih terendam.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan,berdasarkan laporan diterima pihaknya, ketinggian debit air pada Senin (13/10) lalu masih sekitar 15 sentimeter.

Namun, pada Rabu (15/10) pukul 12.35 WIB, air naik menjadi sekitar 25 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

“Meski kondisi ruang kelas masih tergenang, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan. Anak-anak belajar di ruang yang agak tinggi dan aman,” ujar Multazam.

Ia menambahkan, hingga saat ini petugas BPBD masih memantau kondisi banjir di wilayah pesisir selatan tersebut, terutama di sekitar fasilitas pendidikan dan pemukiman warga.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan keselamatan warga.

Namun, banjir yang belum surut ini bukan satu-satunya kekhawatiran warga. Menurut laporan yang diterima BPBD, seekor buaya berukuran sekitar tiga meter sempat terlihat melintas di sungai depan sekolah empat hari lalu.

“Ada warga warung yang melihat langsung buaya lewat di depan sekolah. Karena itu, pihak sekolah memasang papan peringatan di pinggir lapangan untuk berjaga-jaga kalau buaya naik ke darat,” tambah Multazam.

Warga sekitar juga mengaku waswas, terutama karena genangan air yang meluas membuat hewan liar seperti buaya bisa masuk lebih dekat ke pemukiman. Kondisi ini diperparah dengan drainase desa yang tidak berfungsi optimal.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun mencatat, pasang maksimum di Perairan Teluk Sampit pada Rabu dini hari mencapai 3,1 meter, jauh di atas rata-rata permukaan laut 1,7 meter.

Meski air laut mulai surut menjelang siang, genangan di daratan belum sepenuhnya surut akibat curah hujan yang masih tinggi dan aliran air yang terhambat.

BMKG pun kembali mengimbau warga pesisir agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob susulan hingga akhir pekan ini. Cuaca di wilayah selatan Kotim diperkirakan masih berawan hingga hujan ringan dengan kelembapan tinggi, serta kecepatan angin mencapai 17 knot.

“Kami mengingatkan masyarakat agar menjauh dari bantaran sungai dan memperhatikan keamanan anak-anak yang masih bersekolah di lokasi terdampak banjir,” kata Multazam. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir #sekolah kebanjiran #desa lampuyang