Radarsampit.jawapos.com - Stasiun televisi Trans7 meminta maaf atas tayangan program Xpose Uncensored yang menuai pro dan kontra di masyarakat karena narasinya dinilai melecehkan dan merendahkan martabat kiai, santri, dan komunitas pesantren.
Andi Chairil selaku production director Trans7 mengakui adanya kesalahan dari pihaknya sampai mengakibatkan banyak pihak marah akibat narasi yang dibuat dengan tidak hati-hati dan tidak melalui proses koreksi serius sebelum akhirnya ditayangkan.
"Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu di mana kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti, materinya dari pihak luar. Namun kami tidak berlepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut," kata Andi Chairil dalam video di akun Instagram resmi Trans7.
Trans7 meminta maaf kepada pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Mansur beserta keluarga besar, para pengasuh, santri, dan alumni dari Pondok Pesantren Lirboyo yang videonya tampil dalam tayangan program tersebut dan dibuat dengan narasi tanpa empati dan penghormatan.
"Jadi, sekali lagi kami mengakui kelalaian kami dan kami mohon maaf atas hal tersebut untuk ke depannya akan menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti dan bisa lebih memahami rasa hubungan antara santri dengan para kiai, dengan pengasuh, dan dengan alumni," papar Andi Chairil.
Selain itu, Andi Chairil juga menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pesantren secara umum yang ikut merasa tersakiti akibat tayangan pada tanggal 13 Oktober 2025. (*)
Editor : Slamet Harmoko