SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pelanggan Perumdam Tirta Mentaya Sampit di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan sekitarnya pagi ini harus bersiap tanpa pasokan air.
Perusahaan air daerah itu menghentikan distribusi sementara untuk mengganti alat utama pada pipa induk distribusi di Jalan Kembali, Selasa (14/10).
Langkah ini diambil guna memaksimalkan tekanan dan kelancaran suplai air ke pelanggan setelah selama tiga bulan terakhir penyalurannya tidak optimal.
”Sesuai dengan sosialisasi kami minggu lalu, rencananya distribusi air akan kami hentikan sementara mulai besok Selasa pagi. Kami harapkan pelanggan menyiapkan persediaan air di tandon,” kata Edy Dyufriadi, Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Senin (13/10).
Pipa induk berdiameter 630 mm atau 20 inci itu sebelumnya mengalami kebocoran pada 25 Juli 2025 yang menyebabkan distribusi air terganggu.
Kebocoran tersebut sempat diperbaiki pada Minggu (27/7) dengan menambal pipa sepanjang satu meter.
Namun, kondisi alat penyambung pipa yang sudah retak membuat aliran air tidak bisa dijalankan secara penuh karena berisiko bocor kembali.
”Alatnya sudah kami pesan tiga bulan lalu, sekarang alatnya sudah datang. Alatnya harus diganti agar distribusi air ke pelanggan lancar optimal,” katanya.
Dia menambahkan, alat yang lama karetnya retak sejak awal, sehingga ketika air didistribusikan ke pelanggan tidak bisa maksimal, khawatir terjadi kebocoran lagi. Karena itulah perlu diganti alat baru.
Lebih lanjut dia mengatakan, selama tiga bulan terakhir, penyerapan distribusi air turun 20 persen, dari kapasitas normal 200 liter per detik menjadi hanya 160–180 liter per detik.
”Distribusi air ke pelanggan menurun sampai 20 persen, yang tentunya berdampak terhadap suplai air ke pelanggan dan juga berpengaruh terhadap turunnya pendapatan,” ujarnya.
Edy berharap pelanggan dapat memahami penghentian distribusi air sementara ini yang diperkirakan berlangsung sekitar delapan jam.
”Harapan kami, penghentian distribusi air sementara ini dapat dipahami pelanggan. Ini bukan sabotase air, tetapi perbaikan pergantian alat untuk meningkatkan layanan. Karena kami harus memastikan selama pergantian alat, pipa harus benar-benar kering tanpa teraliri air. Kami upayakan tidak sampai 24 jam, mudah-mudahan tidak lebih dari 8 jam. Karena itu, kami imbau agar pelanggan menyiapkan tandon air untuk ketersediaan air yang cukup,” jelasnya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.