SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur memprediksi sebagian besar wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan dalam 24 jam ke depan, mulai Minggu (12/10/2025 ) pukul 07.00 WIB hingga Senin (13/10) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan prakiraan akumulasi curah hujan BMKG Signature, wilayah Kotim dan sekitarnya akan diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga sedang.
Kondisi ini diperkirakan berpengaruh terhadap penurunan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya cukup tinggi di sejumlah kecamatan.
Meski begitu, hasil pemantauan BMKG menunjukkan masih terdapat 12 titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir yang terdeteksi di wilayah Kotim.
Titik panas tersebut tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Tualan Hulu (6 titik), Antang Kalang (4 titik), dan Mentaya Hulu (2 titik). Seluruh titik memiliki tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi.
“Pantauan citra satelit menunjukkan sebagian besar hotspot terdeteksi di wilayah utara dan timur Kotim, seperti Antang Kalang, Tualan Hulu, serta Mentaya Hulu. Namun, dengan adanya potensi hujan, kemungkinan besar aktivitas karhutla akan menurun,” kata Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim M Inggit Rizki, Minggu (12/10/2025 ).
Peta analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran dari BMKG juga memperlihatkan perubahan signifikan. Jika pada 12 Oktober sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih berstatus “sangat mudah terbakar”, maka pada 13 Oktober wilayah tersebut diprediksi beralih menjadi “aman hingga tidak mudah terbakar”, terutama di kawasan selatan dan tengah Kalimantan Tengah termasuk Kotim.
Sementara itu, dari prakiraan potensi banjir bulanan Oktober 2025, wilayah Kalimantan Tengah pada dasarian (periode 10 hari) kedua dan ketiga didominasi kategori rendah hingga aman. Hanya sebagian kecil wilayah di pesisir selatan dan timur yang berpotensi banjir ringan hingga sedang.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Petugas juga mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di daerah yang masih terdeteksi titik panas.
“Meski hujan sudah mulai turun, kondisi tanah gambut masih kering di beberapa lokasi. Karena itu, potensi api masih bisa muncul jika ada pemicu, seperti pembakaran atau puntung rokok,” tambahnya.
Dengan kondisi atmosfer yang mulai lembap dan potensi hujan ringan meluas, BMKG memprediksi kualitas udara di Kotim dan sekitarnya akan semakin membaik dalam beberapa hari ke depan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko