SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dalam sembilan bulan terakhir, petugas pemadam kebakaran di Kotawaringin Timur (Kotim) seolah tak pernah berhenti berjibaku.
Tak hanya memadamkan api, mereka juga menyelamatkan ratusan nyawa, hewan, hingga melepas cincin yang tersangkut di jari warga.
Disdamkarmat Kotim mencatat sebanyak 40 kasus kebakaran bangunan sejak Januari hingga 8 Oktober 2025. Sebagian besar disebabkan korsleting listrik.
”Kami juga tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga melakukan sekitar 500 tindakan penyelamatan,” kata Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Ati Maraahini, usai latihan dan simulasi gabungan di Markas Komando Jalan Bangkirai II, Kamis (8/10).
Dari evakuasi hewan liar, pelepasan cincin yang tak bisa dilepas, hingga penyelamatan di situasi darurat, ratusan aksi itu menjadi bukti nyata kiprah damkar Kotim yang tak hanya berhadapan dengan kobaran api.
Saat ini, 99 personel Disdamkarmat yang terdiri dari PNS dan tenaga kontrak telah mengantongi Sertifikat Pemadam 1, tanda mereka telah terlatih menghadapi berbagai situasi berisiko tinggi.
”Kami memiliki enam sektor pemadam kebakaran di Telawang, Parenggean, Cempaga Hulu, Eka Bahurui, Samuda, dan Samuda Kuala. Masing-masing sektor ada tiga petugas yang siaga setiap hari agar bisa cepat tanggap bila terjadi kebakaran,” tambah Ati.
Tahun ini, peralatan petugas juga semakin memadai. Sebanyak 40 unit Alat Pelindung Diri (APD) baru telah menambah kekuatan mereka di lapangan.
”APD sudah cukup lengkap, sehingga petugas bisa bekerja dengan aman,” ujarnya.
Dalam menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas lembaga, Disdamkarmat rutin menggelar latihan dan simulasi penanganan kebakaran.
Kegiatan terakhir yang digelar Rabu (8/10) di Markas Komando melibatkan BPBD, PMI, relawan damkar, Pertamina, dan sejumlah perusahaan swasta.
”Kami sangat terbantu dengan keberadaan relawan yang cepat tanggap setiap kali terjadi kebakaran, terutama di wilayah kota. Melalui pelatihan ini, kami ingin relawan memahami teknik pemadaman yang benar dan memperkuat kerja sama ke depan,” ujar Ati. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.