Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Akses Terputus Karena Banjir, Warga Hanjalipan Harus Gunakan Perahu untuk Beraktivitas

Usay Nor Rahmad • Jumat, 26 September 2025 | 08:06 WIB

 

BANJIR HANJALIPAN: Genangan banjir tak kunjung surut karena desa tersebut berada di bantaran Sungai Mentaya, tepat di pertemuan Sungai Mentaya dan Sungai Tualan.
BANJIR HANJALIPAN: Genangan banjir tak kunjung surut karena desa tersebut berada di bantaran Sungai Mentaya, tepat di pertemuan Sungai Mentaya dan Sungai Tualan.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih bertahan sejak 14 September 2025 hingga Kamis (25/9/2025).

Genangan air tak kunjung surut karena desa tersebut berada di bantaran Sungai Mentaya, tepat di pertemuan Sungai Mentaya dan Sungai Tualan.

"Tingginya air pasang Sungai Mentaya membuat banjir bertahan lebih dari 10 hari. Akibatnya, lima rumah warga tergenang hingga air masuk ke dalam rumah," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam, Jumat (26/9/2025)

Desa Hanjalipan memiliki sekitar 460 rumah yang terbagi dalam empat RT, serta sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dasar, musala, puskesmas pembantu, masjid, jaringan listrik dan telekomunikasi, serta jalan poros desa sepanjang dua kilometer. Saat ini, aktivitas masyarakat ikut terganggu, termasuk kegiatan belajar mengajar.

"Selama banjir, akses darat di dalam desa praktis terputus. Warga harus menggunakan perahu kayu (jukung) untuk berkunjung ke rumah sekitar," imbuhnya.

Sementara untuk menuju pusat kecamatan maupun ibu kota kabupaten mereka menyeberangi Sungai Mentaya dengan perahu mesin sekitar 15 menit.

Dari Sampit, desa ini berjarak sekitar 87 kilometer, dengan akses 43 km jalan beraspal dan 44 km jalan tanah, yang ditempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, turun langsung meninjau kondisi banjir sekaligus berdialog dengan warga. Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.

Sebagai informasi, Desa Hanjalipan termasuk dalam kategori Desa Risiko Tinggi terhadap bencana banjir, sesuai Kajian Risiko Bencana Kabupaten Kotawaringin Timur 2022–2027.

Pemerintah daerah berharap banjir segera surut agar aktivitas masyarakat, termasuk sekolah, bisa kembali normal. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Banjir Hanjalipan #banjir #desa hanjalipan