SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ruas Jalan Tjilik Riwut di Kecamatan Cempaga kembali memakan korban jiwa. Hanya berselang sehari, dua nyawa melayang di jalur rawan kecelakaan tersebut.
Kasus pertama terjadi Selasa (23/9/2025) pagi di tikungan tanjakan Bukit Lumut, Desa Rubung Buyung.
Seorang pemuda bernama Ajwad Fadel bin Muslih, warga Samuda yang berdomisili di Parenggean, tewas di tempat setelah motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan.
Korban yang sebelumnya sempat bermalam di Samuda itu diduga dalam perjalanan pulang menuju Parenggean.
Motor metik merah bernomor polisi KH 4885 QJ milik ayahnya ringsek parah. Jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Cempaga sebelum disemayamkan di rumah duka di Parenggean.
”Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni dosanya, dan keluarga diberi ketabahan,” ucap salah satu kerabat keluarga.
Belum reda duka itu, Kamis subuh (25/9/2025) warga kembali digegerkan kecelakaan maut di Desa Sungai Paring.
Seorang kepala sekolah, Rusli, meninggal dunia akibat menjadi korban tabrak lari saat pulang dari musala usai salat Subuh.
Kepala Desa Sungai Paring Muhammad Usuf, mengatakan korban ditemukan tergeletak tak jauh dari musala.
Diduga Rusli ditabrak truk yang melintas menuju Palangka Raya. Pecahan kaca kendaraan ditemukan di lokasi kejadian, sementara pelaku kabur tanpa memberi pertolongan.
Insiden itu memicu kemarahan warga. ”Kecelakaan bisa terjadi kepada siapa saja, tapi meninggalkan korban begitu saja tidak manusiawi. Kami minta pelaku bertanggung jawab,” tegas Siti Rahmah, salah seorang warga setempat.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi pengguna jalan agar ekstra hati-hati melintasi jalur Cempaga yang dikenal rawan kecelakaan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko