Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Program Cek Kesehatan Gratis, Hasilnya Pelajar SMP di Kotim Alami Gangguan Kesehatan Jiwa Ringan

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 24 September 2025 | 06:10 WIB
CEK KESEHATAN: Pemeriksaan kesehatan gratis di jenjang pendidikan SMP di Sampit, Selasa (23/9/2025). DINKES KOTIM/RADAR SAMPIT
CEK KESEHATAN: Pemeriksaan kesehatan gratis di jenjang pendidikan SMP di Sampit, Selasa (23/9/2025). DINKES KOTIM/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkap fakta mengejutkan.

Cukup banyak pelajar sekolah menengah pertama (SMP) yang diperiksa menunjukkan indikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, menyebutkan angka tersebut mencapai 48,27 persen dari total pelajar yang menjalani pemeriksaan. Gejala yang muncul umumnya berupa kecemasan, meski belum sampai pada tahap depresi berat maupun gangguan kejiwaan serius.

“Jumlahnya cukup tinggi, lebih dari seratus anak. Memang masih tergolong ringan, tetapi tetap harus diwaspadai karena kita belum mengetahui penyebab pastinya,” ujar Umar.

Menurutnya, tekanan akademik, pengalaman perundungan, hingga persoalan dalam keluarga dan pergaulan menjadi faktor yang diduga kuat memicu kondisi tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan survei lanjutan agar intervensi yang tepat bisa segera dilakukan.

“Begitu diketahui penyebab utama, kami akan bergerak melakukan intervensi agar tidak berkembang semakin parah,” tegasnya.

Temuan ini dinilai menjadi peringatan bagi dunia pendidikan, keluarga, maupun masyarakat. Umar mengingatkan, kesehatan mental pelajar sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Selain pemeriksaan psikologis, kegiatan kesehatan gratis itu juga meliputi cek gula darah, pemeriksaan darah lengkap, hingga deteksi dini kanker. Setiap pelajar memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. (yn/fm) 

 

Editor : Farid Mahliyannor
#gejala gangguan jiwa #cek kesehatan #pelajar #kotawaringin timur