radarsampit.jawapos.com- Sudah dua bulan ini Marina berupaya mencari keberadaan anak semata wayangnya. Balita 3 tahun bernama Alesha Zahra dibawa oleh pasangan suami istri (pasutri) yang baru dikenalnya di sebuah kedai makan simpang Aspek, Pangkalan Banteng.
Ia mengungkapkan, pagi 12 Juli 2025 pukul 08.00 WIB, Marina menggendong buah hatinya yang Bernama Alesha (3). Ibu muda 36 tahun ini bermaksud pulang ke mess perusahaan tempat ia bekerja sebagai tukang masak.Lantaran lelah, ia beristirahat di kedai makan Simpang Aspek, Kecamatan Pangkalan Banteng milik temannya.
Perempuan kelahiran Pangkalan Bun tinggal di Jalan Jenderal Sudirman, Dusun Karang Anyar, RT 022, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan ini memang sering mampir ke kedai makan temannya itu, selepas pulang bekerja untuk beristirahat.
Ketika beristirahat, datang seorang pria dengan seorang perempuan yang terlihat sudah akrab dengan pemilik kedai makan itu. Pasangan suami istri itu terlibat obrolan santai dengan Marina.
Keramahtamahan pasutri itu membuat Marina merasa nyaman berbincang. Tidak terasa obrolan sudah berlangsung lebih dari 2 jam, hingga pasutri itu menawarkan pekerjaan kepada Marina di perkebunan
"Setelah ngobrol ngalor ngidul, saya ditawari kerjaan di kebun oleh mereka berdua, dan saya mengiyakan," ungkap Marina saat ditemui, Sabtu (20/9).
Kemudian, pasutri itu berkata ingin ke Pangkalan Bun mengambil perlengkapan kerja. Pasutri itu juga dengan meyakinkan mengatakan kepada Marina akan membawa anaknya, agar nanti bisa sama-sama naik ke kebun.
Marina pun mempercayakan Alesha kepada mereka. Namun, sejak saat itu, balita yang sehari-harinya dipanggil Dede itu tak pernah kembali. Begitupula pasutri itu juga tidak diketahui rimbanya.
Menurutnya, dari pengakuan temannya pemilik kedai, pasutri itu merupakan warga Kecamatan Kumai. “Yang laki-laki bernama Irus, dan memiliki tatto di lengan kiri bagian dalam dengan tulisan Irus. Selain itu juga ada tato di pundak sebelah kiri dengan gambar hati (love),” ungkap Marina.
Dirinya dan keluarga pun sudah berupaya mencari kemana-mana termasuk ke Kumai. Nnamun tidak ada yang mengenal pasutri tersebut, ia juga telah melaporkan ke Polsek Arsel namun diarahkan ke Polsek, wilayah tempat kejadian.
Sayangnya karena keterbatasan biaya dan jarak, Marina belum melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek setempat.
Di balik peristiwa ini, hanya ada satu harapannya, anaknya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Keluarga, terutama dirinya, tak pernah berhenti berdoa dan berharap ada tangan-tangan baik yang membantu mengembalikan putrinya itu.
"Semoga Allah SWT menjaga dan mempertemukan saya ibunya dengan anak saya," tukas Marina. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama