Radarsampit.jawapos.com - Bus Pariwisata yang membawa rombongan tenaga kesehatan (nakes) asal Jember, Jawa Timur yang diketahui usai berlibur di Gunung Bromo mengalami kecelakaan di Probolinggo, Minggu (14/9/2025) siang.
Diduga bus pariwisata itu menabrak bagian depan rumah hingga menyebabkan anjlok ke dalam got.
"Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di akses utama menuju wisata Gunung Bromo di Jalan Raya Sukapura, Desa Botoh, Kecamatan Lumbang, Probolinggo," tulis keterangan video dalam akun Instagram, @malangraya_info, Minggu (14/9/2025).
Dalam unggahan akun itu juga disebutkan bahwa 6 orang dinyatakan meninggal dunia dan setidaknya ada 13 orang mengalami luka-luka dalam kecelakaan yang dialami bus bernomor polisi P 7221 UG.
Petugas kamar jenazah RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo, Wasis membenarkan bahwa ada 6 orang korban meninggal dunia akibat insiden bus tersebut.
Bahkan, pihaknya menyebut bus rombongan tersebut memuat sejumlah para tenaga kesehatan yang berasal dari RS Bina Sehat, Jember.
Dalam video yang beredar, terlihat bus pariwisata yang warnanya didominasi oleh hitam dan merah ini telah ringsek bagian sebelah kanan. Bahkan terlihat sejumlah penumpang tampak jatuh ke got yang berada di pinggir jalan.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh sejumlah penumpang kendaraan lain yang melintas. "Wong neh, wong neh... Astagfirullahaladzim Astagfirullahaladzim yaa Allah," kata perekam video.
Selain itu, dalam video lainnya terlihat sejumlah unit jok bus yang patah dan jatuh ke jalan. Bahkan, seluruh kaca di bagian kanan bus pecah dengan bodi yang ringsek.
Di lokasi sudah terlihat banyak orang membantu menutup seluruh korban meninggal hingga merapikan barang bawaan dari bagasi yang berserakan di luar bus.
Sementara itu dikutip dari Antara, Direktur RS Bina Sehat Faida membenarkan kejadian tersebut bahwa kecelakaan itu merupakan rombongan karyawan RSBS yang liburan di Gunung Bromo.
“Mereka infonya turun dari Gunung Bromo setelah tasyakuran kelulusan S1,” katanya dalam pesan singkat yang diterima di Jember.
Belasan penumpang yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo hingga RS Arrozi Probolinggo.
“Beberapa orang kritis. Kami sedang di Probolinggo membawa 18 ambulans dengan patwal untuk mengevakuasi korban yang mengalami luka-luka)," ucap mantan Bupati Jember itu.
"Ada tujuh jenazah yang meninggal di lokasi kejadian, namun satu jenazah belum berhasil kami identifikasi," katanya.
Ia mengatakan satu korban meninggal di rumah sakit belum juga dapat diketahui identitasnya. (jpc/ant)
Editor : Slamet Harmoko